Universitas Negeri Malang Rayakan HUT ke-79 RI dan Buka PKKMB dengan Semangat ‘Nusantara Baru Indonesia Maju’

Malang – Dalam rangka memeriahkan Haru Ulang Tahun (HUT) RI ke-79, Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan upacara peringatan dan juga yang bertepatan dengan pembukaan Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2024-2025, Sabtu (17/8).

Acara tersebut dihadiri lebih dari 10.000 mahasiswa baru beserta seluruh civitas akademika, termasuk dosen dan tenaga kependidikan, yang memadati Lapangan Cakrawala UM.

Tema peringatan HUT RI kali ini, “Nusantara Baru Indonesia Maju”, menjadi sorotan utama dalam sambutan Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, yang bertindak sebagai pembina upacara. Ia menyampaikan bahwa tema ini mencerminkan momen transisi yang penting bagi bangsa Indonesia.

Tidak hanya sekadar memperingati kemerdekaan, tetapi juga menegaskan arah strategis dalam menyongsong masa depan bangsa. “Tema ini menyiratkan semangat baru yang besar dengan persatuan dan kesetaraan untuk mencapai segala tujuan,” ujar Prof. Hariyono.

Dalam sambutannya, Prof. Hariyono menekankan bahwa makna kemerdekaan kini memiliki dimensi yang lebih luas. Kemerdekaan tidak hanya tentang kebebasan dari penjajahan politik, tetapi juga menyangkut pembebasan dari kungkungan digital, sosial, dan budaya yang dapat membelenggu kesadaran kritis. Oleh karena itu, menurutnya, budaya ilmiah harus terus dijaga dan dikembangkan di lingkungan kampus.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas dalam memahami kemerdekaan di era saat ini. “Kemerdekaan berarti kita memiliki kebebasan untuk mencari solusi, inovatif dengan penuh tanggung jawab,” imbuhnya.

Masyarakat yang merdeka adalah masyarakat yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan masalah global yang semakin kompleks.

Lebih lanjut, Prof. Hariyono menjelaskan bahwa pembangunan Indonesia harus inklusif dan berkelanjutan, dengan memanfaatkan kemajemukan geografis dan budaya etnis yang ada. Ia juga menekankan pentingnya tata kelola yang baik dan implementasi teknologi yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur.

Dalam pembukaan PKKMB, Prof. Hariyono menekankan bahwa keberagaman di UM adalah kekuatan yang harus dirawat. “Mari kita jadikan UM sebagai kampus yang inklusif. Bukan hanya karena ada disabilitas, tetapi juga karena keberagaman latar belakang budaya, agama, dan ekonomi. Banggalah menjadi bagian dari UM yang memiliki keberagaman,” tegasnya.

PKKMB kali ini dirancang untuk membekali mahasiswa baru agar mampu menjalankan tridharma perguruan tinggi dengan baik.

Prof. Hariyono berharap mahasiswa baru UM dapat menjadi lulusan yang memiliki kedalaman ilmu, akhlak yang mulia, cinta tanah air, serta daya saing global, sehingga kelak bisa menjadi pemimpin yang membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

“Kami akan memberi bekal keilmuan sesuai dengan bidangnya masing-masing sehingga mahasiswa baru UM ini setelah lulus nanti menjadi orang yang memiliki integritas dan moralitas dalam menjalankan kehidupan, memecahkan masalah yang ada secara kritis dan inovatif, di samping memiliki pengetahuan yang luas dan keterampilan yang memadai,” tutup Prof. Hariyono.***