Kota Batu, Dari Pemekaran Kabupaten Malang hingga Jadi Destinasi Wisata Bersejarah

Sejak lama, Kabupaten Malang dikenal sebagai salah satu wilayah yang kaya akan potensi alam dan budaya. Namun, tak banyak yang tahu bahwa dari kabupaten ini…

Zona Malang — Sejak lama, Kabupaten Malang dikenal sebagai salah satu wilayah yang kaya akan potensi alam dan budaya. Namun, tak banyak yang tahu bahwa dari kabupaten ini lahir sebuah kota baru yang kini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.

Kota Batu, yang memiliki luas wilayah 194,17 kilometer persegi, memutuskan untuk berpisah dari Kabupaten Malang dan berdiri sendiri sebagai daerah otonom. Kota ini dikenal tidak hanya karena pesonanya, tetapi juga sejarahnya yang erat dengan keluarga kerajaan.

Kota Batu resmi ditetapkan sebagai kota administratif pada 6 Maret 1993. Delapan tahun kemudian, tepatnya pada 17 Oktober 2001, statusnya ditingkatkan menjadi kota otonom yang terpisah dari Kabupaten Malang.

Dengan usianya yang baru menginjak 24 tahun, Kota Batu tercatat sebagai kota termuda di Jawa Timur, mengungguli kota-kota lain seperti Kota Kediri yang merupakan salah satu kota tertua di provinsi ini.

Tiga Kecamatan yang Membentuk Kota Batu

Kota Batu terdiri dari tiga kecamatan dengan karakteristik yang berbeda namun saling melengkapi. Berikut adalah rincian wilayahnya:

  1. Kecamatan Batu
    • Luas Wilayah: 43,43 km²
    • Jumlah Penduduk: 98.271 jiwa
  2. Kecamatan Junrejo
    • Luas Wilayah: 30,68 km²
    • Jumlah Penduduk: 56.642 jiwa
  3. Kecamatan Bumiaji
    • Luas Wilayah: 120,06 km²
    • Jumlah Penduduk: 61.822 jiwa

Ketiga kecamatan ini memiliki daya tarik masing-masing, mulai dari potensi pertanian, wisata alam, hingga sejarahnya yang kaya.

Pesona Alam dan Udara Sejuk Kota Batu

Terletak di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, Kota Batu dikenal dengan keindahan alam dan udaranya yang sejuk. Temperatur rata-rata di kota ini sekitar 21,5 derajat Celsius, menjadikannya tempat yang nyaman untuk beristirahat dan menikmati suasana pegunungan.

Tidak heran jika sejak abad ke-10, wilayah ini telah menjadi tempat peristirahatan favorit bagi kalangan keluarga kerajaan.

Kota Batu juga dikelilingi oleh tiga gunung besar yang menambah pesonanya, yaitu Gunung Panderman (2.010 m), Gunung Welirang (3.156 m), dan Gunung Arjuno (3.339 m). Keberadaan gunung-gunung ini tidak hanya memperindah lanskap kota, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang menarik pengunjung dari berbagai daerah.

Warisan Kerajaan Sindok: Songgoriti dan Candi Supo

Sejarah mencatat bahwa pada masa pemerintahan Raja Sindok, Kota Batu telah dijadikan sebagai tempat peristirahatan kerajaan. Raja Sindok memerintahkan seorang petinggi kerajaan bernama Mpu Supo untuk membangun sebuah tempat peristirahatan di kawasan pegunungan yang kini dikenal sebagai Songgoriti. Tempat ini dilengkapi dengan mata air yang sejuk, yang pada masa itu digunakan untuk mencuci keris bertuah milik kerajaan.

Uniknya, mata air yang awalnya dingin tersebut kemudian berubah menjadi sumber air panas, dipercaya karena pengaruh kekuatan supranatural dari keris-keris kerajaan.

Hingga kini, sumber air panas di Songgoriti tetap mengalir dan menjadi salah satu objek wisata unggulan di Kota Batu.

Selain itu, Mpu Supo juga membangun sebuah candi yang dikenal sebagai Candi Supo, yang hingga kini menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu. Candi ini tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga daya tarik wisata yang memperkaya pengalaman pengunjung.

Destinasi Wisata dengan Keunikan Sejarah dan Alam

Kota Batu kini menjadi salah satu destinasi wisata terpopuler di Jawa Timur. Dengan kombinasi antara sejarah kerajaan, keindahan alam, dan udara sejuk, kota ini menawarkan pengalaman yang tidak terlupakan bagi wisatawan.

Dari Songgoriti hingga kawasan pegunungan, setiap sudut Kota Batu menyimpan cerita yang layak untuk dijelajahi.

Kehadiran Kota Batu sebagai daerah otonom bukan hanya memperkaya peta administrasi Jawa Timur, tetapi juga memberikan kontribusi besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Dengan warisan sejarah dan pesona alamnya, Kota Batu terus berkembang sebagai kota wisata yang mampu menarik hati siapa saja yang mengunjunginya.