Misteri Masjid Al Ilyas, Saksi Bisu Sejarah Kecamatan Gondanglegi Malang

MALANG, Zona Malang – Viral di bulan Ramadan 2025, sebuah masjid di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang menjadi pusat perhatian. Masjid Al Ilyas selalu dipenuhi ribuan jamaah saat salat tarawih.

Hal yang menarik perhatian adalah tradisi pembagian uang Rp 20.000 kepada para jamaah setelah melaksanakan ibadah salat tarawih. Momen ini viral di media sosial setelah beredar cuplikan video yang memperlihatkan pengurus masjid membagikan uang pecahan Rp 20.000 kepada para jamaah.

Ribuan jamaah dari berbagai daerah berdesakan memenuhi shaf masjid. Kondisi ini berdampak pada arus lalu lintas di sekitar Masjid Al Ilyas Malang. Aparat keamanan dari TNI, Polri, serta anggota Banser NU harus turun tangan untuk mengatur lalu lintas dan mencegah kemacetan.

Salah satu jamaah, Umi Kulsum, mengungkapkan bahwa tradisi ini sudah berlangsung selama beberapa tahun. Ia menyebutkan bahwa dermawan di balik pembagian uang tersebut adalah H Sulaiman, seorang pengusaha asal Gondanglegi.

Umi Kulsum menjelaskan, selain saat tarawih, H Sulaiman juga sering membagikan uang kepada jamaah salat subuh. “Kalau subuh dapat Rp 10.000, kalau tarawih Rp 20.000 per orang. Jadi kalau datang berdua, ya dapat Rp 40.000,” ungkapnya sambil menunjukkan dua lembar uang pecahan Rp 20.000.

Alfin, bocah 12 tahun yang rutin mengikuti salat tarawih di masjid tersebut, mengaku senang mendapat “bonus” setelah beribadah. “Kalau salat tarawih di sini dapat Rp 20.000, jadi senang. Saya setiap hari ke sini,” ujar Alfin.

Banyak jamaah yang datang dari luar Kabupaten Malang, bahkan menggunakan kendaraan seperti pikap, truk, bus mini, hingga mobil pribadi demi bisa mengikuti salat tarawih berjamaah di Masjid Al Ilyas Malang.

Tradisi pembagian uang di Masjid Al Ilyas Malang ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, terutama di bulan Ramadan. Antusiasme jamaah yang datang dari berbagai daerah menunjukkan bahwa tradisi ini telah menjadi magnet tersendiri bagi umat Muslim di sekitar Kabupaten Malang.

Sumber: Kabarmalang