Tragedi Kolam Renang Balekambang, Polisi dan Tim SAR Temukan Seluruh Korban

MALANG, Zona Malang – Setelah tiga hari pencarian yang intensif, akhirnya seluruh korban terjebak ombak di Pantai Balekambang, Kabupaten Malang, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Upaya pencarian yang melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi ini membuahkan hasil.

Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengatakan bahwa korban terakhir yang ditemukan adalah Muhammad Fahmi Sirrillah (15), seorang santri dari Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto. Jenazah Fahmi ditemukan mengapung sekitar 4 mil laut dari lokasi awal kejadian, tepatnya di perairan sebelah barat Pantai Rantai Wulung, wilayah hutan RPH Sumbermanjing Kulon, Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur.

“Korban langsung dievakuasi ke darat dan dibawa ke RSSA Malang untuk pemeriksaan medis dan proses identifikasi,” kata Bambang Subinajar saat dikonfirmasi, Jumat (11/4) sore.

Sebelumnya, dua korban lain, yaitu Yasir Arafat Inninawa dan Lutfi Munawar, telah ditemukan lebih dulu di perairan sekitar lokasi kejadian. Proses pencarian melibatkan gabungan kekuatan dari Satpolairud Polres Malang, Polsek Bantur, Koramil 0818/12 Bantur, Basarnas, BPBD Provinsi Jawa Timur, Perumda Jasa Yasa, Perhutani, Tagana, dan unsur potensi SAR lainnya.

Bambang menyebut bahwa kolaborasi lintas instansi menjadi kunci utama keberhasilan operasi ini. Pihaknya juga memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras semua unsur yang terlibat di lapangan sejak hari pertama.

“Ini adalah wujud sinergi kemanusiaan antara Polri, TNI, Basarnas, dan seluruh elemen SAR,” ujar Bambang. “Kami turut berduka atas musibah ini dan berharap keluarga korban diberikan ketabahan.”

Mengakhiri keterangannya, Bambang turut mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan, agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan pantai selatan. “Pantai selatan memiliki karakter ombak yang tinggi dan arus kuat,” kata Bambang.

Insiden tragis ini terjadi pada Rabu (9/4/2025) saat tiga santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah sedang berenang di kawasan palung laut Pantai Balekambang. Mereka dilaporkan hilang, dan upaya pencarian yang dilakukan selama tiga hari akhirnya berhasil menemukan seluruh korban dalam kondisi meninggal dunia.

Bambang menjelaskan bahwa korban Fahmi dikenali melalui ciri-ciri fisik berupa gelang di tangan kiri, kalung liontin berbentuk taring, dan bekas luka jahitan di pelipis kanan. Sementara dua korban lainnya, Yasir Arafat Inninawa dan Lutfi Munawar, telah ditemukan lebih dulu.

Operasi pencarian dan evakuasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Polres Malang, Polsek Bantur, Koramil 0818/12 Bantur, Basarnas, BPBD Provinsi Jawa Timur, Perumda Jasa Yasa, Perhutani, Tagana, dan unsur potensi SAR lainnya. Bambang menyatakan bahwa kolaborasi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan operasi ini.

Pihak Polres Malang juga memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras semua unsur yang terlibat di lapangan sejak hari pertama. “Ini adalah wujud sinergi kemanusiaan antara Polri, TNI, Basarnas, dan seluruh elemen SAR,” ujar Bambang.

Dalam kesempatan ini, Bambang juga menyampaikan duka cita atas musibah ini dan berharap keluarga korban diberikan ketabahan. Selain itu, ia juga menghimbau masyarakat, khususnya wisatawan, agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan pantai selatan yang memiliki karakteristik ombak tinggi dan arus kuat.

Sumber: Kabarmalang