Menjaga Kesehatan dan Kebugaran Siswa: Kunci Keberhasilan Pendidikan

MALANG, Zona Malang – Menjadi pendidik di Sekolah Dasar bukanlah perkara yang mudah. Justru di tingkat ini, arah pendidikan seorang anak ditentukan. Bakat dan potensinya pun akan tergali dan terasah. Hal ini diungkapkan oleh Frendy Aru Fantiro, M.Pd., salah satu pemateri dalam kuliah tamu bertajuk “Menggali Bakat, Mengasah Minat: Menjadi Guru SD yang Inspiratif, Kreatif, Inovatif, dan Profesional” yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, khususnya jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Dalam materinya, Frendy menjelaskan tentang pentingnya kesehatan fisik dalam sebuah pembelajaran. Sehat yang harus dimiliki baik oleh guru maupun peserta didik. Dia mengatakan bahwa sehat dan bugar merupakan hal yang berbeda. “Sehat merupakan kondisi fisik, mental, dan sosial yang seimbang dan terbebas dari gangguan. Sementara bugar adalah kondisi tubuh yang segar dan kuat sehingga memiliki ketahanan tubuh untuk melakukan aktivitas sehari-hari tanpa merasa lelah yang berlebihan,” terangnya.

Hal tersebut disampaikannya sebagai antisipasi dan menyikapi fenomena saat ini di mana anak-anak sangat jarang melakukan aktivitas fisik. Terbukti dengan betapa banyaknya anak-anak yang mengalami obesitas dan cenderung mudah terkena penyakit. Selain itu, anak-anak tersebut juga seperti kurang memiliki antusias dalam melakukan kegiatan.

“Padahal untuk mencapai pembelajaran dengan maksimal, seorang peserta didik harus memiliki tubuh yang sehat dan bugar. Seorang peserta didik yang memiliki tubuh yang sehat dan bugar akan memiliki konsentrasi dan daya ingat yang baik. Selain itu juga dapat menghindarkan peserta didik dari tidak mengikuti pembelajaran dikarenakan sakit,” tegasnya.

Aktivitas-aktivitas fisik itu juga dapat melatih kerja jantung dan menurunkan potensi obesitas. Banyak kegiatan fisik yang dapat dilakukan, mulai dari aktivitas sederhana seperti berlari, olahraga sederhana, dan melakukan permainan tradisional. Menurutnya, pembelajaran aktivitas fisik perlu ditambahkan ke dalam mata pelajaran lainnya. Hal ini mengingat aktivitas fisik yang dilakukan peserta didik sangat kurang apabila hanya dilakukan sekali ketika mata pelajaran olahraga saja.

Sementara itu, pemateri lain, Assoc Prof. Dr. Yudha Febrianta, M.Or., AIFO, membuka sesinya dengan permainan sederhana yang dilakukan berpasangan. Permainan Up-Down ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi dan mengembalikan fokus peserta.

Menurutnya, guru yang hebat adalah mereka yang tidak hanya sekadar menguasai materi pembelajaran, melainkan juga mampu menginspirasi dan membangun karakter peserta didik melalui pendekatan yang bervariasi dan menyenangkan. “Seorang guru memiliki peran mengajar, membimbing, dan menjadi motivator yang bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan perkembangan siswa secara holistik dan menyeluruh,” terangnya.

Kuliah tamu ini merupakan kolaborasi antara UMM dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, khususnya jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Kegiatan ini digelar pada Senin (5/5) lalu dan bertujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman baru bagi calon-calon guru sekolah dasar agar menjadi pendidik yang inspiratif, kreatif, inovatif, dan profesional.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diselingi dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif antara peserta dan pemateri. Para peserta tampak antusias menyimak dan mempraktikkan berbagai teknik pembelajaran yang disampaikan oleh kedua narasumber.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi calon guru sekolah dasar untuk mengasah kemampuan dan kompetensi mereka dalam mendidik dan membimbing siswa di tingkat sekolah dasar. Sebab, pada jenjang ini, pondasi pendidikan seorang anak akan terbentuk, sehingga peran guru menjadi sangat krusial.

Tidak hanya itu, kuliah tamu ini juga diharapkan dapat menginspirasi para mahasiswa PGSD untuk terus mengembangkan diri dan menjadi guru yang profesional, kreatif, dan inovatif. Dengan begitu, mereka dapat memberikan kontribusi nyata dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar.