MALANG, Zona Malang – Malang akan kedatangan sekolah baru pada tahun ajaran mendatang, yaitu Saint Joseph Montessori School (SJMS) Elementary Division. Sekolah ini berlokasi di Mansion Boulevard Araya Malang dan berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kolese Santo Yusup.
Kepala SJMS Elementary, Antonius Widitrianto, S.S, menjelaskan bahwa sekolah ini menerapkan sistem pendidikan Montessori secara murni, bukan adopsi atau modifikasi. Sistem, konsep, dan strategi belajar mengajar di SJMS Elementary sepenuhnya mengikuti metode Montessori. “Kalau ada yang mencari sekolah Montessori, disinilah tempatnya. Dan kami baru satu-satunya di Jawa Timur,” ujarnya.
Pendidikan Montessori menitikberatkan pada potensi siswa secara personal, dengan alasan bahwa setiap anak memiliki kecepatan belajar yang berbeda-beda. Ada yang cepat dalam bidang numerik atau berhitung, ada yang cepat di bidang bahasa, seni, dan sebagainya. “Kami akan menghargai itu satu per satu. Tidak ada ulangan atau ujian bersama. Yang ada mereka diobservasi sesuai dengan kecepatan masing-masing. Maka tidak ada istilah ranking. Semua juara dengan kecepatan dan percepatannya. Semua berproses dengan dirinya sendiri,” terang Anton.
Karena itu, siswa yang cepat di bidang matematika tidak akan menunggu temannya yang lebih lambat, mereka akan melaju dengan kecepatannya. Sebaliknya, mereka yang lemah di bidang bahasa tidak akan dipaksa untuk cepat di bidang itu. “Pendidikan ini mengajarkan pada kita bahwa setiap anak punya potensi dan karakteristik yang berbeda. Dan guru harus bisa menghargai perbedaan itu. Maka berdirinya sekolah ini, menjalankan tugas tersebut,” kata Anton.
Meskipun demikian, SJMS Elementary tetap menerapkan pendidikan reguler seperti pada sekolah umumnya, atau seperti pada sekolah Santo Yusup lainnya. Hanya saja ada bagian program yang memang memprioritaskan pada karakteristik masing-masing anak.
Untuk menyambut tahun ajaran pertama, SJMS Elementary mempersiapkan kelas lower elementary dengan guru-guru yang sudah lulus pelatihan pendidikan Montessori. Sekolah juga mempersiapkan konsultan pendidik agar tetap bisa menerapkan sistem dan konsep yang ditentukan.
SJMS Elementary juga telah mempersiapkan aparatus yang dibutuhkan, atau yang disebut alat peraga atau media ajar. Dalam satu ruang kelas, ada bagian-bagian tempat untuk siswa mengeksplorasi diri sesuai dengan minat dan bakat mereka. Siswa bebas mau belajar di sudut mana saja.
“Semua materi pembelajaran kurikulum merdeka tuntas di tempat ini. Kami yakin dengan sistem, metode dan aparatus yang digunakan ini, anak-anak kami mampu melebihi kurikulum merdeka. Karena siswa berkembang bukan dengan konsep menghafal tetapi dengan memahami dan menggunakan sarana yang kami sediakan,” tutur Anton.
Selain itu, SJMS Elementary juga menyediakan mata pelajaran yang tidak dimiliki sekolah reguler, yaitu Tipicle Day. Selama tiga jam, siswa mengeksplorasi dirinya sesuai dengan potensi, bakat, dan karakter masing-masing.
Dengan segala persiapan dan keunikan yang ditawarkan, SJMS Elementary siap menyambut tahun ajaran baru dan menjadi opsi baru bagi orang tua di Kota Malang yang mencari sekolah dengan sistem pendidikan Montessori.







