Perempuan Masa Kini Dibahas di Rumah Baca Cerdas

MALANG, Zona Malang – Dalam rangka memperingati Hari Buku Dunia, Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute A. Malik Fadjar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar talk show dan diskusi interaktif bertajuk “Ruang Gagasan: Menyoal Pendidikan Perempuan”. Acara ini diselenggarakan secara luring di Rumah Baca Cerdas, Kota Malang, dan dihadiri oleh lebih dari 70 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa, guru, aktivis komunitas, dan orang tua.

Salah satu narasumber utama dalam acara ini adalah Kalis Mardiasih, seorang penulis sekaligus aktivis gender. Dalam paparannya, Kalis menyoroti pentingnya pendidikan yang membebaskan dan memberdayakan perempuan. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak cukup hanya memberikan akses formal, tetapi juga harus disertai dengan pemaknaan ulang terhadap nilai-nilai kesetaraan dalam proses belajar.

“Lebih dari itu, nilai kesetaraan harus dihayati sebagai bagian dari budaya berpikir dan bersikap, bukan sekadar slogan,” tegas Kalis Mardiasih.

Diskusi dalam acara ini berlangsung hangat dan terbuka. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan serta pandangan kritis terhadap sistem pendidikan yang dinilai masih bias gender. Forum ini menjadi ruang reflektif sekaligus ajang tukar pikiran yang memperkaya perspektif tentang tantangan dan harapan terhadap pendidikan perempuan saat ini.

Subhan Setowara, Direktur Eksekutif RBC Institute A. Malik Fadjar UMM, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat memperluas kesadaran kolektif mengenai pentingnya pendidikan perempuan sebagai pilar pembangunan bangsa.

“Kami ingin memperingati Hari Kartini bukan hanya secara seremonial, tetapi dengan menghadirkan gagasan. Pendidikan adalah jalan sunyi menuju perubahan, dan perempuan harus menjadi bagian utuh dalam perjalanan itu,” ujar Subhan.

Ruang Gagasan merupakan salah satu inisiatif RBC Institute untuk mempertemukan masyarakat dengan isu-isu penting dalam ruang yang inklusif, terbuka, dan reflektif. Melalui forum ini, RBC berharap dapat terus mendorong diskursus yang membumi, berpihak, dan membebaskan.

Antusiasme peserta yang datang dari berbagai latar belakang, termasuk dari luar kota seperti Surabaya dan Pasuruan, menunjukkan bahwa isu pendidikan perempuan masih menjadi perhatian penting di tengah masyarakat. Acara ini menjadi wadah bagi mereka untuk saling berbagi pemikiran, pengalaman, dan harapan terkait dengan upaya mewujudkan pendidikan yang setara dan berpihak pada perempuan.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya RBC Institute untuk memperingati Hari Kartini secara lebih substantif, tidak hanya sekadar seremonial. Melalui forum diskusi dan pertukaran gagasan, diharapkan dapat memperluas kesadaran kolektif mengenai pentingnya pendidikan perempuan sebagai pilar pembangunan bangsa.

Dalam paparannya, Kalis Mardiasih juga menekankan bahwa pendidikan harus mampu menanamkan nilai-nilai kesetaraan sebagai bagian dari budaya berpikir dan bersikap, bukan sekadar slogan. Hal ini sejalan dengan upaya RBC Institute untuk mendorong diskursus yang membumi, berpihak, dan membebaskan.

Melalui Ruang Gagasan, RBC Institute berharap dapat terus menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengeksplorasi isu-isu penting dan menggali solusi-solusi yang inovatif. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, diharapkan forum ini dapat menjadi katalisator bagi perubahan yang lebih nyata dan berkelanjutan, khususnya dalam bidang pendidikan perempuan.