Inspirasi Islami: Memajukan Pendidikan Berbasis Nilai Keagamaan

MALANG, Zona Malang – Yayasan Al Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Miftahul Ulum Dau terus berkomitmen mengembangkan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Di bawah kepemimpinan Ketua Yayasan, H.M. Rusdi, S.Ag, lembaga ini menaungi beberapa unit pendidikan, antara lain RA Hasanuddin, MI Wahid Hasyim, SMPI Hasanuddin, dan MTs Wahid Hasyim Dau 01.

Menurut H.M. Rusdi, yayasan menghadirkan beragam program unggulan untuk memperkuat karakter dan keilmuan siswa. Salah satunya adalah Program Ngaji Kitab, yang mendorong pemahaman mendalam terhadap literatur Islam klasik. Selain itu, ada Program Lulus Bisa Baca Tulis Alquran untuk memastikan setiap lulusan menguasai dasar-dasar keagamaan.

“Kami juga memiliki Program Tahfidz untuk mencetak generasi penghafal Al-Quran, serta pembiasaan salat Dhuha guna menanamkan kedisiplinan ibadah sejak dini. Selain itu, kegiatan rutin seperti pembiasaan baca Yasin, Tahlil, dan Istighosah turut memperkuat spiritualitas siswa,” ujar Rusdi.

Di bidang ekstrakurikuler, untuk tingkat atas seperti SMPI Hasanuddin dan MTs Wahid Hasyim menawarkan berbagai pilihan unggulan. Pagar Nusa menjadi wadah pengembangan bela diri tradisional khas NU, sementara Sepak Bola/Futsal mendorong prestasi di bidang olahraga. Bakat seni diarahkan melalui Seni Rupa & Kaligrafi, serta Al Banjari dan Qiroah yang mengasah keterampilan musik dan tilawah.

Rusdi menjelaskan, kegiatan ekstrakurikuler tidak hanya mengasah bakat, tetapi juga membentuk kepribadian siswa yang tangguh dan berakhlak mulia. “Kami mendukung pengembangan kreativitas melalui Drumband, Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), dan Paduan Suara,” imbuhnya.

Sebagai yayasan yang berafiliasi dengan NU, Al Ma’arif Miftahul Ulum Dau berupaya memadukan kurikulum nasional dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Dengan berbagai program andalannya, yayasan ini terus menjadi rujukan pendidikan Islami di Malang, membuktikan bahwa pendidikan agama dan modern dapat berjalan beriringan.

“Kami ingin mencetak generasi yang cerdas secara akademik, terampil, dan berakhlak qur’ani,” ujar Rusdi.

Salah satu program unggulan lainnya adalah Program Ngaji Kitab, yang mendorong pemahaman mendalam terhadap literatur Islam klasik. Melalui program ini, siswa diharapkan dapat memperkaya wawasan keagamaan dan menjadi generasi yang tangguh dalam memahami ajaran Islam.

Selain itu, yayasan juga memiliki Program Lulus Bisa Baca Tulis Alquran. Melalui program ini, setiap lulusan diharapkan dapat menguasai dasar-dasar keagamaan, termasuk kemampuan membaca dan menulis Al-Quran.

Untuk memperkuat spiritualitas siswa, yayasan juga menerapkan pembiasaan salat Dhuha dan kegiatan rutin seperti baca Yasin, Tahlil, dan Istighosah. Kegiatan-kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan kedisiplinan ibadah sejak dini dan memperkuat hubungan siswa dengan Sang Pencipta.

Dalam bidang ekstrakurikuler, yayasan menawarkan berbagai pilihan unggulan, seperti Pagar Nusa untuk pengembangan bela diri tradisional khas NU, Sepak Bola/Futsal untuk prestasi olahraga, serta Seni Rupa & Kaligrafi, Al Banjari, dan Qiroah untuk mengasah keterampilan seni dan tilawah Al-Quran.

Rusdi menegaskan bahwa kegiatan ekstrakurikuler tidak hanya mengasah bakat, tetapi juga membentuk kepribadian siswa yang tangguh dan berakhlak mulia. Yayasan juga mendukung pengembangan kreativitas melalui Drumband, Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), dan Paduan Suara.

Sebagai yayasan yang berafiliasi dengan NU, Al Ma’arif Miftahul Ulum Dau berupaya memadukan kurikulum nasional dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Dengan berbagai program unggulannya, yayasan ini terus menjadi rujukan pendidikan Islami di Malang, membuktikan bahwa pendidikan agama dan modern dapat berjalan beriringan.

“Kami ingin mencetak generasi yang cerdas secara akademik, terampil, dan berakhlak qur’ani,” ujar Rusdi.