MALANG, Zona Malang – Upaya Pemerintah Kota Malang untuk meningkatkan minat baca di kalangan pelajar terus digalakkan. Salah satunya melalui program Mobil Perpustakaan Keliling yang singgah di SD Islam Mohammad Hatta, Malang, pekan lalu.
Puluhan siswa SD Islam Mohammad Hatta tampak antusias mengikuti kegiatan di mobil perpustakaan keliling tersebut. Ada yang asik membaca buku, berdiskusi, hingga menonton film legenda rakyat Nusantara. Pemandangan ini terlihat di halaman sekolah Jalan Simpang Flamboyan.
Satria, Pustakawan SD Islam Mohammad Hatta, menjelaskan bahwa jadwal membaca buku di mobil perpustakaan keliling ini digilir per kelas. Setiap kelas mendapat jatah 40 menit untuk memanfaatkan layanan ini. “Hal ini dilakukan karena waktu mobil perpustakaan keliling terbatas dan jatahnya juga tidak banyak, sehingga dibagi menjadi tiga sesi sesuai level kelas,” ujarnya.
Kepala SD Islam Mohammad Hatta Malang, Muhammad Farid, S.Pd., M.Pd., menyambut baik program ini. Menurutnya, agenda dengan perpustakaan keliling Kota Malang sudah rutin dilaksanakan setiap semester. Sekolah sangat mendukung program literasi tersebut, karena sesuai dengan tujuan dan fungsinya.
“Kami melihat fenomena saat ini, minat membaca anak-anak menurun karena faktor teknologi gadget. Mereka lebih banyak melihat video atau TikTok dan lain sebagainya. Sementara membaca dan menulis merupakan hal yang tidak lepas dari potensi anak-anak berliterasi atau numerasi,” ungkap Farid.
Untuk mengatasi hal tersebut, SD Islam Mohammad Hatta sendiri telah mengarahkan gerakan literasi ke digital. Bahkan, perpustakaan digital kini sedang diupayakan agar proses layanan dan akses siswa pada berbagai referensi keilmuan semakin mudah.
Di sekolah ini juga sudah ada studio khusus untuk pembelajaran visual berbasis digital. Siswa dapat menggunakan kacamata 4D untuk menyaksikan berbagai materi pelajaran dalam bentuk animasi dan simulasi kreatif. Dengan sarana ini, belajar semakin menarik dan menyenangkan bagi siswa.
Kapasitas studio ini dapat menampung 15 siswa sekaligus. Mereka belajar secara bergantian dan terjadwal. Berbagai materi yang ditayangkan antara lain materi sains yang berkaitan dengan organ tubuh, tata surya, aneka jenis flora, dan sebagainya. “Dengan sarana ini, siswa seakan menjelajah ke ruang dimensi yang berbeda, seperti melihat planet-planet, yang semuanya bermuatan ilmu pengetahuan,” jelas Farid.
Farid meyakini bahwa sarana ini bermanfaat untuk meningkatkan minat dan daya literasi siswa. Setelah dari studio ini, siswa juga diminta untuk menulis refleksi dari apa yang mereka tonton. “Jadi kegiatan literasi ini tidak berhenti di studio saja, tetapi ada feedback untuk siswa,” pungkasnya.
Upaya-upaya inovatif yang dilakukan SD Islam Mohammad Hatta ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam meningkatkan minat baca dan literasi digital di kalangan pelajar. Dengan kolaborasi antara sekolah dan pemerintah daerah, diharapkan tujuan mencerdaskan generasi penerus bangsa dapat tercapai.







