MALANG, Zona Malang – Di balik kesuksesannya sebagai pendidik, Himmah Mufidah, M.Pd., Wakil Kepala Kesiswaan (Waka Kesiswaan) MA Almaarif Singosari, ternyata juga dikenal sebagai sosok inspiratif di dunia literasi. Dengan segudang prestasi yang diraihnya, baik di tingkat lokal maupun nasional, namanya semakin bersinar dalam dunia pendidikan dan sastra.
Baru-baru ini, Himmah Mufidah meraih penghargaan bergengsi sebagai Guru Inovator Literasi Nasional 2025 dari Ikatan Guru Inovator Literasi Nasional (IGINOS). Penghargaan ini semakin melengkapi deretan apresiasi yang pernah ia dapatkan sebelumnya, seperti Guru Ma’arif NU Terbaik I (2024) dari LP Maarif Kabupaten Malang dan Penulis Puisi Terbaik 1 dalam kompetisi LIGA IGINOS 2024.
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan juga telah menganugerahkan gelar Penggerak Literasi Nasional (2024) kepada Himmah Mufidah atas kontribusinya yang luar biasa dalam memajukan budaya baca tulis di kalangan siswa. “Ini merupakan prestasi bersama, tidak hanya untuk saya. Namun juga untuk madrasah. Karena madrasah terus mendukung kegiatan yang kami lakukan untuk kemajuan siswa dan madrasah,” ujar Himmah yang juga guru Bahasa Indonesia ini.
Selain aktif mengajar, Himmah Mufidah juga dikenal sebagai penulis yang produktif. Beberapa bukunya, seperti Dua Pintu Surga (antologi esai) dan Serinai Hujan (kumpulan puisi), telah diterbitkan oleh penerbit ternama. Ia juga menjadi editor puluhan antologi karya siswa, diantaranya You Must Believe dan Embrio, yang menjadi bukti nyata pembinaan terhadap bakat menulis peserta didik.
Di MA Almaarif Singosari, Himmah Mufidah menggagas program “Setiap Siswa Wajib Berkarya” dan mendirikan komunitas literasi seperti Himpunan Siswa Penulis (HSP) serta KIRMA (Komunitas Ilmiah Remaja Madrasah). Berkat inisiatifnya, madrasah tersebut berhasil meraih Award Sekolah Aktif Literasi 2025 dari IGINOS dengan menerbitkan lebih dari seribu buku karya siswa.
Sebagai Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Himmah Mufidah tidak hanya fokus pada administrasi, tetapi juga mengembangkan kegiatan kreatif seperti SAE Comp (Science-Art-Expression Competition) untuk mengasah bakat siswa. Ia percaya bahwa pendidikan harus menyeluruh, menggabungkan akademik, karakter, dan kreativitas. “Literasi bukan sekadar membaca dan menulis, melainkan membangun cara berpikir kritis dan solutif,” ujarnya.
Dengan semangat yang tak pernah padam, Himmah Mufidah terus menjadi teladan bagi guru dan siswa, membuktikan bahwa pendidikan dan literasi bisa berjalan beriringan menuju generasi emas Indonesia. Selain literasi, ia juga mendampingi siswa berbakat sesuai bidangnya seperti sains, tahfizh, olahraga, seni, dan organisasi untuk membimbing mereka masuk jalur prestasi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
“Ini merupakan prestasi bersama, tidak hanya untuk saya. Namun juga untuk madrasah. Karena madrasah terus mendukung kegiatan yang kami lakukan untuk kemajuan siswa dan madrasah,” ungkap Himmah Mufidah dengan penuh rasa syukur.
Himmah Mufidah, yang juga dikenal sebagai guru Bahasa Indonesia, telah membuktikan bahwa pendidikan dan literasi dapat berjalan beriringan dalam menciptakan generasi emas Indonesia. Dengan segudang prestasi dan kontribusinya yang luar biasa, ia menjadi inspirasi bagi banyak pihak, terutama guru dan siswa, untuk terus berjuang dalam mengembangkan potensi diri dan memajukan dunia pendidikan di tanah air.
Tidak hanya fokus pada administrasi, Himmah Mufidah juga aktif mengembangkan kegiatan kreatif di MA Almaarif Singosari, seperti SAE Comp (Science-Art-Expression Competition), untuk mengasah bakat dan kreativitas siswa. Ia percaya bahwa pendidikan harus menyeluruh, mencakup aspek akademik, karakter, dan kreativitas. “Literasi bukan sekadar membaca dan menulis, melainkan membangun cara berpikir kritis dan solutif,” tegasnya.
Dengan semangat yang tak pernah padam, Himmah Mufidah terus menjadi teladan bagi guru dan siswa, membuktikan bahwa pendidikan dan literasi dapat berjalan beriringan dalam menciptakan generasi emas Indonesia. Selain literasi, ia juga mendampingi siswa berbakat sesuai bidangnya, seperti sains, tahfizh, olahraga, seni, dan organisasi, untuk membimbing mereka masuk jalur prestasi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).







