Zona Malang – “Pasar Rakyat Tempoe Doeloe Erwe Sewelas” di Dusun Pulesari, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib pada Kamis (25/9) sore. Acara yang akan berlangsung selama empat hari hingga Minggu (28/9) ini secara khusus menghadirkan aneka jajanan tradisional zaman dulu (jadul) sebagai daya tarik utamanya.
Dalam sambutannya, Wabup Lathifah memberikan apresiasi tinggi kepada warga setempat yang secara kompak dan gotong royong menyelenggarakan acara ini. Ia menyebut pasar ini memiliki dua misi penting: menggerakkan ekonomi lokal dan mengedukasi generasi muda tentang kuliner warisan.
“Di hadapan saya saat ini, ada beragam jajanan jadul seperti Gatot, Kucur, Gethuk, Nogosari, dan Onde-onde, yang belum tentu disukai oleh anak-anak. Dengan event seperti ini, sekaligus juga mengenalkan kepada anak-anak kita bahwa makanan nenek moyang kita dulu adalah seperti ini,” jelas Wabup Lathifah.
Ia menambahkan bahwa ini bukan berarti menolak makanan kekinian, melainkan upaya untuk menyeimbangkan dan melestarikan kuliner tradisional yang menurutnya seringkali memiliki nilai gizi lebih baik. Upaya ini diharapkan dapat membentuk pola konsumsi yang lebih sehat bagi masyarakat.
Selain aspek edukasi budaya, Wabup Lathifah berharap pasar rakyat ini dapat menjadi pengungkit perekonomian bagi warga Dusun Pulesari dan sekitarnya.
“Mudah-mudahan kegiatan ini benar-benar dapat mengungkit perekonomian masyarakat, sehingga tidak hanya bermanfaat untuk yang tinggal di sini saja melainkan juga memberikan dampak untuk masyarakat sekitar,” tambahnya.
Bagi Anda warga Malang dan sekitarnya, Pasar Rakyat Tempoe Doeloe ini menjadi sebuah hal penting dan kesempatan unik. Acara ini bukan sekadar tempat untuk berbelanja, melainkan sebuah destinasi wisata kuliner singkat yang sarat akan nilai edukasi bagi keluarga.
Ini adalah momen yang tepat untuk mengajak anak-anak Anda mencicipi dan mengenal langsung aneka jajanan tradisional yang mungkin sudah jarang mereka temui.
Dengan mengunjungi pasar ini sebelum berakhir pada hari Minggu, Anda tidak hanya memanjakan lidah dengan cita rasa otentik, tetapi juga turut mendukung perekonomian UMKM lokal dan berpartisipasi dalam melestarikan warisan kuliner bangsa.







