Desak Tambahan Anggaran Rp 20 Triliun untuk Nakes, Wabup Malang Luncurkan Aplikasi ‘Halo Dinkes’ di Puncak HKN ke-61

Ribuan tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga jajaran pejabat daerah berkumpul untuk merayakan puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61. Di tengah kemeriahan tersebut, Wakil Bupati Malang,…

Zona Malang – Pendopo Agung Kabupaten Malang berubah menjadi lautan manusia bernuansa putih dan hijau pada Jumat (21/11) pagi. Ribuan tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga jajaran pejabat daerah berkumpul untuk merayakan puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61. Di tengah kemeriahan tersebut, Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, menyampaikan aspirasi yang mengejutkan sekaligus melegakan bagi ribuan tenaga medis: sebuah komitmen politik untuk memperjuangkan kesejahteraan mereka di tingkat pusat.

Dalam momen yang mempertemukan eksekutif daerah dan legislatif pusat tersebut, Wabup Lathifah berdialog langsung dengan Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Arzeti Bilbina Huzaimi Setiawan. Dengan tegas, ia menyatakan bahwa transformasi kesehatan tidak akan berhasil tanpa kesejahteraan para pelakunya. “Nakes adalah garda terdepan dalam membangun generasi unggul. Saya akan segera mendesak Fraksi PKB di DPR RI untuk memperjuangkan tambahan anggaran hingga 20 triliun rupiah bagi mereka,” serunya, yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari ratusan kader kesehatan yang hadir.

Langkah berani ini diambil selaras dengan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan kesehatan dan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan manusia. Mengutip sambutan Menteri Kesehatan, Wabup mengingatkan bahwa Indonesia sedang berpacu dengan waktu.

Ada 84 juta anak Indonesia yang akan menjadi tulang punggung bangsa pada tahun 2045, dan kualitas kesehatan mereka hari ini akan menentukan nasib negara dua dekade mendatang. Capaian program nasional seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau 52 juta orang menjadi bukti bahwa kesadaran kesehatan mulai tumbuh, namun dukungan anggaran tetap menjadi bensin utamanya.

Puncak perayaan HKN tahun ini tidak hanya berisi pidato kebijakan. Sejak pagi buta, kawasan Pendopo Agung telah berdenyut dengan energi positif melalui senam massal, jalan sehat, dan Running Fest 5K. Pemerintah Kabupaten Malang menyulap acara ini menjadi pesta rakyat yang edukatif.

Di berbagai sudut, warga antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, sementara seminar kesehatan menjadi ruang diskusi yang hangat. Inilah wajah transformasi kesehatan yang diinginkan: tidak kaku, inklusif, dan menyenangkan.

Sebagai bukti konkret adaptasi teknologi, puncak acara ditandai dengan peluncuran inovasi digital terbaru Pemkab Malang, yakni aplikasi “Halo Dinkes”. Melalui penekanan tombol sirine secara simbolis oleh Wakil Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan, aplikasi ini resmi diperkenalkan ke publik. “Halo Dinkes” dirancang untuk memangkas birokrasi dan mendekatkan layanan konsultasi serta informasi kesehatan langsung ke genggaman warga, menjawab tantangan aksesibilitas di wilayah Kabupaten Malang yang luas.

Acara ditutup dengan pemberian penghargaan kepada para pahlawan kesehatan lokal mulai dari dokter, perawat, hingga kader posyandu di desa-desa terpencil yang telah bekerja keras menekan angka stunting di Kabupaten Malang hingga di bawah 10%.

Komitmen besar yang disuarakan dalam HKN ke-61 ini menjadi sebuah hal penting bagi Anda, baik sebagai tenaga kesehatan maupun warga pengguna layanan. Desakan penambahan anggaran Rp 20 triliun adalah sinyal kuat bahwa pemerintah daerah menyadari beban kerja nakes yang berat dan berusaha memperjuangkan apresiasi yang layak secara politis. Di sisi lain, peluncuran aplikasi “Halo Dinkes” adalah “jalan tol” baru bagi Anda untuk mengakses layanan kesehatan.

Ini adalah momentum bagi warga untuk lebih proaktif: manfaatkan aplikasi tersebut untuk konsultasi, dan jangan ragu menggunakan fasilitas cek kesehatan gratis yang tersedia, karena kesehatan adalah investasi paling berharga untuk masa depan keluarga Anda.