KABUPATEN MALANG, Zona Malang – Suasana khidmat dan penuh persaudaraan mewarnai peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang. Acara tersebut dipusatkan di Pendopo Wironegaran, kawasan industri Kripik Lumba-lumba, Desa Talok, Kecamatan Turen, pada Minggu (30/11) siang.
Pengakuan pemerintah daerah terhadap peran Muhammadiyah sebagai “mitra strategis” memang bukan isapan jempol belaka. Harus diakui, beban negara dalam mencerdaskan dan menyehatkan bangsa sangat terbantu oleh ribuan sekolah dan rumah sakit yang dikelola secara mandiri oleh persyarikatan ini. Tanpa peran swasta berbasis ormas seperti Muhammadiyah, ketimpangan layanan publik di daerah pinggiran Kabupaten Malang mungkin akan jauh lebih lebar.
Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, hadir secara khusus dalam agenda yang dikemas bersamaan dengan Pengajian Daerah tersebut. Kehadiran orang nomor dua di Pemkab Malang ini disambut hangat oleh ribuan warga persyarikatan yang memadati lokasi.
Selain unsur pemerintah daerah, acara ini dihadiri langsung oleh tokoh sentral organisasi. Tampak Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. KH. M. Sa’ad Ibrahim, M.A., duduk berdampingan dengan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang, Dr. H.M. Nurul Humaidi, M.Ag., beserta jajaran pengurus lengkap.
Dalam sambutannya, Wabup Lathifah menyampaikan ucapan selamat yang mendalam. Ia menilai usia 113 tahun merupakan bukti ketangguhan perjalanan panjang Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang konsisten mencerahkan dan mempersatukan umat.
“Sejak didirikan, Muhammadiyah telah menunjukkan keteladanan nyata. Amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan sosial telah memberikan dampak besar bagi pemberdayaan masyarakat,” ujar Wabup Lathifah.
Secara spesifik, tokoh perempuan yang akrab disapa Bu Nyai ini menyoroti peran vital organisasi berlambang matahari tersebut di wilayahnya. Menurutnya, jejak kontribusi Muhammadiyah di Bumi Kanjuruhan sangat nyata dan tidak terbantahkan.
“Di Kabupaten Malang, kontribusinya sangat terasa. Mulai dari sekolah-sekolah yang melahirkan generasi berprestasi, layanan kesehatan yang membantu masyarakat, hingga gerakan dakwah yang menyejukkan suasana sosial,” tegasnya memberikan apresiasi.
Baca Juga: Ali Muthohirin Puji Universitas Muhammadiyah: Kunci Sukses Porprov Jatim di Bondowoso!
Menyoal tema Milad kali ini, yakni “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, Lathifah menilai slogan tersebut sangat relevan dengan tantangan kekinian. Ia sepakat bahwa definisi kesejahteraan hari ini harus dimaknai secara luas, mencakup ekonomi, pendidikan, hingga ketahanan keluarga.
Atas dasar itu, Pemkab Malang menegaskan posisinya untuk terus menggandeng Muhammadiyah sebagai mitra strategis. Kolaborasi dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan penanggulangan kemiskinan menjadi prioritas kerja sama kedua belah pihak.
Menutup arahannya, Wabup mengaitkan semangat Milad ini dengan momentum Hari Jadi ke-1265 Kabupaten Malang. Ia berharap sinergitas antara umara (pemerintah) dan ulama (ormas) semakin kokoh demi kemajuan daerah.
“Saya percaya, jika pemerintah dan elemen masyarakat seperti Muhammadiyah bergerak bersama dalam satu barisan, maka kesejahteraan yang kita cita-citakan dapat terwujud jauh lebih cepat,” pungkasnya.
Namun, tantangan ke depan bukan lagi sekadar membangun gedung sekolah atau klinik. Tema “Memajukan Kesejahteraan” menuntut inovasi di sektor ekonomi riil. Sinergi antara Pemkab Malang dan Muhammadiyah idealnya mulai diarahkan pada pemberdayaan UMKM berbasis jamaah atau digitalisasi ekonomi umat. Jika kolaborasi ini bisa masuk ke ranah kemandirian ekonomi warga, maka “kesejahteraan” tidak hanya akan menjadi tema spanduk, melainkan kenyataan di meja makan masyarakat.







