Bupati Malang Sanusi Lantik Pengurus PERGUNU 2025-2030 untuk Dorong Guru NU Bertransformasi Hadapi AI

Buapti sanusi hadir rapat kerja Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Kabupaten Malang periode 2025-2030

Zona Malangb –– Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang dipenuhi semangat kebersamaan saat Bupati Drs. H.M. Sanusi, M.M., bersama Sekretaris Daerah Dr. Ir. Budiar Anwar, M.Si., menghadiri pelantikan dan rapat kerja Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Kabupaten Malang periode 2025-2030, pada Rabu siang, 24 Desember 2025. Acara ini juga dihadiri Ketua PCNU Kabupaten Malang, Ketua Umum PP PERGUNU, Ketua PW PERGUNU Jawa Timur, serta seluruh jajaran pengurus baru, menandai komitmen bersama memperkuat peran guru dalam pendidikan berbasis nilai Nahdliyin.

Dalam pidatonya, Bupati Sanusi menyoroti tantangan era globalisasi dan kemajuan teknologi yang tak terbendung, di mana arus informasi cepat membawa kemudahan sekaligus risiko baru bagi masyarakat.

Dampaknya terasa kuat di sektor pendidikan, yang menjadi tulang punggung pembentukan karakter bangsa. Ia pun mengajak PERGUNU untuk terus berinovasi melalui riset mendalam, perluasan wawasan, dan metodologi pengajaran kreatif agar relevan dengan zamannya.

Bupati optimistis organisasi ini mampu menjawab tantangan tersebut dengan bijaksana, mengingat pendidikan sebagai pondasi pengetahuan dan mentalitas nasional. Ia berpesan kepada pengurus baru untuk menjadikan PERGUNU sebagai wadah prioritas anggota, sambil berkontribusi nyata pada kemajuan pendidikan lokal melalui kurikulum dinamis dan adaptif. Kolaborasi lebih erat dengan pondok pesantren, madrasah diniyah, serta perguruan tinggi Islam di Malang juga diharapkan semakin solid untuk masa depan.

Di akhir, Sanusi menyampaikan rasa syukur atas pengabdian guru NU, menyebut mereka sebagai pahlawan pendidikan yang ikhlas. Ia mendoakan kesehatan dan kelancaran bagi semua pendidik agama Islam dalam membimbing generasi muda.

Sebagai fakta menarik, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) yang berdiri sejak 1952 telah menjadi organisasi profesi guru berbasis NU terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 500 ribu anggota aktif hingga 2025 menurut data PP PERGUNU, fokus pada peningkatan kompetensi pendidik madrasah dan sekolah Islam.

Di Kabupaten Malang saja, PERGUNU mengelola ribuan guru yang berkontribusi pada indeks pendidikan daerah mencapai 72,5 poin pada 2025, naik dari 70,8 tahun sebelumnya berkat program inovasi kurikulum terpadu.

Untuk saran, pengurus PERGUNU Kabupaten Malang sebaiknya prioritaskan pelatihan digital literacy bagi guru anggota melalui workshop rutin, bekerja sama dengan perguruan tinggi lokal, agar metodologi pengajaran lebih adaptif terhadap teknologi AI dan platform online, sehingga tingkatkan kualitas pendidikan hingga 15% dalam lima tahun ke depan.

Selain itu, pemerintah daerah seperti Pemkab Malang bisa dukung dengan anggaran khusus untuk riset bersama pondok pesantren, termasuk program mentoring bagi guru muda, guna ciptakan ekosistem pendidikan NU yang inovatif dan inklusif bagi semua lapisan masyarakat.