Zona Malang – Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa (PEID) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI di Jakarta, Selasa (3/2/2026) siang. Dalam kunjungan tersebut, Bu Nyai Lathifah diterima langsung oleh Dirjen PEID, Dr. H. Tabrani, M.Pd.
Pertemuan ini membahas peluang pengembangan ekonomi desa melalui sektor kelapa. Dirjen PEID menyatakan siap menjembatani Kabupaten Malang dengan Kementerian Pertanian untuk mendukung program hilirisasi kelapa. “Alhamdulillah tadi pak Dirjend menyampaikan siap untuk mengakseskan beberapa program, salah satunya hilirisasi kelapa di Kementerian Pertanian RI,” ujar Lathifah.
Potensi Kelapa di Kabupaten Malang
Kabupaten Malang memiliki potensi kelapa yang besar, namun selama ini belum tergarap maksimal. Salah satu langkah strategis yang dibahas adalah program replanting atau peremajaan tanaman kelapa tua dan rusak. Program ini bertujuan mengganti tanaman yang tidak produktif dengan bibit unggul baru, sehingga produktivitas meningkat dan pemanenan lebih mudah.
Proses replanting meliputi tumbang chip, land clearing, dan penanaman ulang. Dengan langkah ini, diharapkan hasil Tandan Buah Segar (TBS) lebih optimal dan berkelanjutan.
Hilirisasi dan Kemitraan
Wabup Lathifah menegaskan bahwa hilirisasi kelapa akan membuka peluang kemitraan antara petani dan industri. Nantinya, hasil kelapa tidak hanya dijual mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah seperti coconut milk. “Program ini akan ada pendampingan dan berakhir dengan adanya off taker kelapa untuk memastikan hasil petani diserap dengan harga layak. Bahkan jika perlu, pengadaan pengolahan bahan baku kelapa sehingga nilai jual semakin baik,” jelasnya.
Harapan ke Depan
Dengan dukungan Kemendes PDT dan Kementerian Pertanian, Kabupaten Malang diharapkan mampu mengoptimalkan potensi kelapa sebagai komoditas unggulan. Hilirisasi kelapa bukan hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi desa melalui produk turunan yang memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional.







