Zona Malang – Dalam rangka acaraTutup Buku Tahun Kerja 2025 Koperasi Peternakan dan Pemerahan Air Susu Sapi Rakyat (SAE) Pujonm hadir Wakil Bupati Malang Hj. Lathifah Shohib yang juga ada agenda Rapat Anggota Tahunan (RAT) sekaligus, Kamis (12/2/2026).
Acara ini diikuti Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), jajaran Forkopimda Kabupaten Malang dan Kota Batu, kepala perangkat daerah, serta mitra koperasi.
Dalam sambutannya, Wabup menegaskan RAT merupakan forum tertinggi dalam struktur koperasi. Melalui forum ini, anggota memiliki ruang untuk mengevaluasi kinerja, memperkuat transparansi, sekaligus menentukan arah kebijakan koperasi secara demokratis.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kopsae Pujon yang selama puluhan tahun menjadi penopang utama perekonomian peternak sapi perah, tidak hanya di Kecamatan Pujon, tetapi juga menjadi kebanggaan Kabupaten Malang.
Eksistensi koperasi ini, menurutnya, membuktikan bahwa koperasi mampu tumbuh sebagai kekuatan ekonomi rakyat jika dikelola secara profesional dan berlandaskan nilai kebersamaan. Lathifah juga menyampaikan harapan besar terhadap masa depan peternak sapi perah di Pujon dan wilayah Kabupaten Malang secara umum.
Ia menekankan pentingnya transformasi usaha agar peternak tidak berhenti hanya sebagai pemasok bahan baku susu segar, melainkan mampu meningkatkan nilai tambah melalui diversifikasi produk.
Wabup mendorong penguatan kemitraan antara koperasi dengan perusahaan pengolah susu agar tercipta hubungan kerja sama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. Ia menyoroti potensi besar pengembangan UMKM berbasis olahan susu di Kabupaten Malang, yang dinilai memiliki prospek cerah dalam meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus memperluas pasar. Produk turunan susu seperti keju, yoghurt, dan olahan lainnya disebut sebagai peluang besar yang harus dimaksimalkan.
Pemerintah Kabupaten Malang, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan melalui kebijakan, pendampingan, dan fasilitasi. Dukungan tersebut meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia peternak, pemanfaatan teknologi peternakan, hingga perluasan akses pembiayaan dan pemasaran. Lathifah menegaskan bahwa optimalisasi peran UMKM berbasis susu sapi akan menjadi kunci dalam memperkuat daya saing dan keberlanjutan ekonomi lokal.







