Malang, 6 April 2026 — Suasana penuh keakraban dan kehangatan mewarnai kediaman Prof. Dr. H. Ishomuddin, M.Si., yang berlokasi di Jalan Sulfat Agung VI Nomor 17, Kota Malang, pada Minggu pagi, 5 April 2026. Rumah tersebut menjadi tuan rumah pertemuan istimewa para alumni Tadris Bahasa Inggris Institut Agama Islam Negeri (IAIN) angkatan 1980 dalam rangka halal bihalal sekaligus reuni akbar Keluarga Besar angkatan tersebut.
Keistimewaan acara semakin terasa dengan kehadiran Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., yang turut hadir bersama sang istri, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Hj. Anis Zaida Sanusi. Kehadiran pasangan pemimpin daerah itu bukan sekadar seremonial, melainkan mencerminkan kedekatan personal Bupati dengan almamater yang pernah ia tempuh puluhan tahun silam.
Bagi M. Sanusi, acara ini bukan hanya sebuah reuni biasa. Momen tersebut membawanya kembali mengenang hari-hari penuh perjuangan semasa menimba ilmu di kampus yang kini telah bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang — sebuah perjalanan panjang yang mencerminkan kemajuan dunia pendidikan Islam di Indonesia.
Di hadapan para alumni yang hadir, Bupati Malang menyampaikan bahwa pertemuan semacam ini memiliki nilai yang jauh melampaui sekadar nostalgia. Menurutnya, reuni akbar menjadi ruang untuk memperbarui ikatan persaudaraan yang sempat terputus oleh jarak dan kesibukan masing-masing.
“Reuni akbar ini menjadi momen spesial bagi para alumni untuk kembali berkumpul setelah bertahun-tahun lulus dari kampus,” ujar Sanusi dalam sambutannya. Ia juga menyisipkan pesan spiritual kepada seluruh hadirin agar senantiasa memperbanyak sholawat dan istighfar sebagai bentuk ikhtiar batin dalam menghadapi tantangan kehidupan.
“Saya berpesan kepada teman-teman untuk terus membaca sholawat dan istighfar agar terhindar dari musibah dan diberikan banyak rezeki,” lanjutnya, disambut hangat oleh para alumni yang hadir.
Kehadiran Bupati dalam acara tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Malang dalam mendukung penguatan silaturahmi di tengah masyarakat, khususnya di momentum Idulfitri. Tradisi halal bihalal dipandang sebagai sarana efektif untuk membangun harmoni sosial dan mempererat persatuan lintas generasi.
Para alumni yang hadir tampak larut dalam suasana haru dan bahagia, mengenang kembali dinamika kehidupan kampus yang penuh warna. Perjuangan bersama di bangku kuliah, persahabatan yang terjalin, hingga nilai-nilai akademik dan keislaman yang ditanamkan selama bertahun-tahun menjadi bahan perbincangan yang tak pernah habis.
Acara berlangsung khidmat namun tetap semarak, membuktikan bahwa ikatan alumni yang kuat mampu bertahan melampaui batas waktu. Transformasi IAIN menjadi UIN pun turut menjadi topik yang diangkat, menggambarkan betapa institusi yang pernah mereka kenal telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka di Indonesia.
Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi bangsa saat ini, semangat silaturahmi yang ditunjukkan dalam acara ini dinilai relevan sebagai pengingat bahwa persatuan dan kebersamaan tetap menjadi fondasi kokoh dalam kehidupan bermasyarakat. Halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat modal sosial yang sesungguhnya.







