Ancaman Keberlangsungan Satwa Liar di Wilayah Malang Raya, Profauna Indonesia Temukan Hal Ini

Zona Malang, MALANG Rabu, 20 Agustus 2023 – Dugaan adanya aktifitas pemburu liar yang menjadi pemicu kebakaran lahan di daerah lereng Gunung Arjuno, para aktivis yang peduli terhadap kesejahteraan satwa liar telah mengemukakan fakta menarik.

Mereka menyebutkan bahwa meskipun ada penurunan sebanyak 80 persen dibandingkan tiga tahun lalu, praktek pemburuan terhadap satwa liar masih terus marak terjadi di kawasan hutan wilayah Malang Raya dan sekitarnya.

Founder dari Profauna Indonesia, Rosek Nursahid, dalam sebuah pernyataannya mengungkapkan bahwa, meski sudah terjadi penurunan drastis dalam praktek pemburuan, angka pemburuan satwa liar masih dengan mudah ditemukan dalam aktivitas patroli di hutan-hutan wilayah Malang Raya.

Terkini, saat melakukan patroli di Gunung Kawi, wilayah Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Rosek dan timnya masih berhasil menggagalkan upaya pemburuan yang dilakukan oleh dua individu.

“Dua minggu yang lalu kita mencatat keberadaan dua orang pemburu satwa di Gunung Kawi, Ngantang. Mereka terjaring ketika kami sedang melakukan patroli rutin di hutan, yang seharusnya dijadikan lindungan untuk satwa-satwa liar,” ujarnya dikutip Zona Malang dari Blok-a.com pada Selasa (29/8/2023).

Sebagai seorang aktivis yang memfokuskan perhatiannya pada kesejahteraan satwa, Rosek mengklaim bahwa ada beberapa wilayah yang rentan terhadap aksi pemburu liar di pegunungan Jawa Timur. Daerah-daerah tersebut antara lain Gunung Arjuno, Gunung Kawi, dan Gunung Kelud, terutama pada musim kemarau seperti yang sedang berlangsung saat ini.

Yang menarik, pemburu liar ini tidak menargetkan satu jenis satwa tertentu dalam aksi mereka. Rosek menjelaskan, “Mereka (pemburu) tidak menentukan jenis satwa yang akan mereka buru secara spesifik. Artinya, apapun yang mereka temui di hutan akan menjadi sasaran empuk bagi para pemburu yang tak bertanggung jawab ini. Perilaku semacam ini jelas mengabaikan dampak jangka panjang yang mungkin timbul dari aksi mereka.”

Ketika ditanya mengenai kemungkinan hubungan antara aktivitas pemburu liar dan kebakaran di lereng Gunung Arjuno, Rosek punya dugaan kuat. Menurutnya, para pemburu liar ini memiliki sifat yang tak kenal kompromi. Bahkan, Rosek mengklaim bahwa mereka akan melakukan apapun untuk memastikan hasil buruannya maksimal.

“Ada dua penyebab kebakaran. Pertama, mereka membuat api unggun karena mereka biasanya menginap di hutan. Yang kedua, yang lebih serius, mereka bisa saja sengaja membakar hutan agar satwa keluar, lalu mereka menunggu. Setelah satwa keluar, barulah mereka menembak semuanya. Ini adalah modus yang sangat merusak bagi ekosistem,” tegasnya.

Sebelumnya, kepolisian telah berupaya mengejar para pemburu liar yang diduga menjadi pemicu kebakaran yang menghanguskan ratusan hektar hutan di lereng Gunung Arjuno pada Sabtu (26/8/2023) yang lalu. Kasi Humas Polres Malang, Iptu Ahmad Taufik, mengkonfirmasi hal ini. Ia menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait dengan para pemburu yang diduga sebagai penyebab kebakaran.

“Kami tengah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mengumpulkan bukti dan informasi yang diperlukan dalam rangka penyelidikan ini. Tindakan seperti yang dilakukan oleh para pemburu liar ini harus dihindari agar kita dapat menjaga kelestarian alam kita,” paparnya pada awak media pada Selasa (29/8/2023).

Artikel di atas membahas ancaman serius terhadap satwa liar di Malang Raya yang terus dihadapi oleh aktivis kesejahteraan hewan dan upaya aparat untuk mengatasi masalah ini. Semua ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keberlangsungan lingkungan alam dan hewan-hewan yang hidup di dalamnya.***