Pasuruan, Zona Malang – Kebakaran yang melanda kawasan hutan lereng Gunung Arjuno di Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Pasuruan, belum juga padam. Api yang pertama kali muncul sejak akhir pekan kemarin masih terus meluas, meninggalkan asap yang tebal di sekitar area tersebut.
Sejumlah bagian dari hutan lereng Gunung Arjuno telah dilalap habis oleh si jago merah, meskipun upaya pemadaman sudah dilakukan oleh tim gabungan petugas pemadam kebakaran dan relawan. Sayangnya, api masih terus menyala, dan kebakaran terus meluas.
Kobaran api awalnya muncul di kawasan Curah Sriti dan Lincing, Kabupaten Malang. Tim pemadam berhasil menjinakkan api di sana, tetapi kemudian api menjalar ke kawasan Tambaksari, Purwodadi.
Saat ini, titik api terkonsentrasi di Putuk Balong, Desa Tambaksari, dan telah menyebar ke wilayah Petung Ombo, termasuk Dusun Gunung Malang.
Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat dari UPT Tahura R. Soerjo, Ajat Sudrajat, mengungkapkan bahwa upaya pemadaman terkendala oleh medan yang sulit dijangkau dan berat. Angin kencang juga menjadi tantangan yang tidak mudah diatasi.
Berbagai pihak telah terlibat dalam upaya pemadaman ini, termasuk Pamhut, Polhut, dan masyarakat peduli api (MPA) dari desa setempat. Mereka terus berjuang untuk memadamkan api dan mencegah penyebarannya lebih lanjut.
Namun, Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan (PUS@KA) mengkritik kurangnya kepedulian Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam membantu pemadaman api di lereng Gunung Arjuno. Menurut Direktur PUS@KA, Lujeng Sudarto, meskipun bukan sepenuhnya tanggung jawab Pemerintah Kabupaten, paling tidak harus ada kepedulian bersama untuk memadamkan api.
Tujuannya sederhana, yakni mencegah perluasan api dan melindungi lingkungan agar hutan tidak rusak akibat kebakaran. Sudarto juga menilai bahwa pejabat setempat tidak memiliki sense of crisis yang memadai dalam menghadapi kebakaran. Ketika ada laporan kebakaran, tindakan cepat untuk membantu pemadaman seharusnya dilakukan, terlebih lagi dengan adanya komunitas mobil offroad yang diisi oleh beberapa pejabat dan tokoh agama serta masyarakat yang aktif dalam berbagai kegiatan.
Kebakaran hutan di lereng Gunung Arjuno ini menjadi perhatian serius, dan upaya pemadaman terus dilakukan dengan harapan agar api segera dapat dipadamkan sebelum meluas lebih jauh.***
Sumber: SuryaMalang







