Zona Malang – Tahukah Anda bahwa sejarah nama Kepanjen di Kabupaten Malang memiliki kisah menarik? Ternyata, nama Kepanjen berasal dari seorang tokoh legendaris bernama Raden Panji Pulang Jiwo, yang awalnya berasal dari Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Kepanjen telah menjadi nama yang dikenal luas, terutama karena Stadion sepak bola yang menjadi tempat tim Arema FC bermain terletak di sini. Namun, selain popularitas stadion, Kepanjen juga memiliki cerita sejarah yang menarik untuk diungkap.
Terletak sekitar 18 km dari Kota Malang, Kepanjen menawarkan beragam keunikan yang layak dijelajahi. Namun, apa sebenarnya asal-usul nama “Kepanjen” di Kabupaten Malang ini?
Kisah ini diceritakan oleh Mbah Suwarno, seorang kuncen makam Raden Panji Pulang Jiwo di Kepanjen. Raden Panji Pulang Jiwo adalah seorang kesatria sakti asal Sumenep, Madura. Ia memutuskan untuk pindah ke Malang setelah terjadi keributan di tanah asalnya, Kerajaan Sengguruh, yang saat itu juga disebut sebagai Kadipaten Malang.
Raden Panji Pulang Jiwo mencari kedamaian dan kenyamanan di Malang. Setelah beberapa waktu tinggal di sana, ia bertemu dengan Putri Probo Retno, putri dari Kadipaten Malang. Mereka jatuh cinta satu sama lain, dan Raden Panji meminta izin untuk meminang Putri Probo Retno.
Namun, ada satu syarat yang diajukan oleh Putri Probo Retno. Dia mengharuskan Raden Panji untuk mengalahkan seorang calon suami lainnya yang bernama Sumolewo. Raden Panji menerima tantangan itu, dan pertarungan yang epik pun terjadi.
Raden Panji Pulang Jiwo berhasil mengalahkan Sumolewo dalam pertarungan sengit itu. Namun, meskipun janji sudah terpenuhi, Putri Probo Retno tidak segera menepati janjinya. Alih-alih, dia pergi ke sebuah gua di Buring, Kecamatan Kedung Kandang, untuk melakukan pertapaan.
Setelah menjalani pertapaan yang lama, Putri Probo Retno dan Raden Panji Pulang Jiwo akhirnya menikah dan dikaruniai seorang putra. Saat situasi di Malang sudah lebih aman, Raden Panji membawa Putri Probo Retno untuk menjelajahi wilayah di selatan, melewati hutan, hingga akhirnya tiba di tempat yang sekarang kita kenal sebagai Kepanjen.
Di satu waktu, Raden Panji Pulang Jiwo memberi pesan kepada Putri Probo Retno bahwa jika suatu hari ia meninggal, ia ingin tempat yang menjadi tempat singgahannya tersebut diberi nama “Desa Kepanjian.” Setelah Raden Panji Pulang Jiwo meninggal, Putri Probo Retno memenuhi wasiatnya dengan memberi nama tempat tersebut “Desa Kepanjian.”
Hingga saat ini, dekat dengan makam Raden Panji Pulang Jiwo, kita dapat menemukan tiga makam lainnya, termasuk makam Putri Probo Retno, Raden Panji Saputro atau Panji Wulung, dan makam Panji Sosro, yang merupakan kuda kesayangan Raden Panji Pulang Jiwo.
Lokasi makam Raden Panji Pulang Jiwo ini terletak di belakang kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, atau lebih tepatnya di Jalan Penarukan No. 1 Kepanjen. Dahulu, tempat ini merupakan bangunan kantor Kawadenan.***







