Zona Malang – Gondanglegi, Kabupaten Malang – Sebuah tragedi mengerikan terjadi di desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, ketika Samidi (55) tega membunuh tetangganya, Kusairi (60). Motif pembunuhan ini adalah dendam yang sudah terpendam selama delapan tahun karena Samidi curiga bahwa istrinya disantet oleh Kusairi.
Dihimpun dari berbagai sumber, Kasi Humas Polres Malang, Iptu Ahmad Taufik, menjelaskan bahwa pelaku telah lama menyimpan dendam terhadap korban, yang pernah menjadi ketua RT di sekitar lingkungan mereka.
“Pelaku sejak lama sudah menaruh dendam terhadap korban, dikarenakan berdasarkan dugaan pelaku, bahwa korban telah menyantet istrinya,” kata Taufik.
Pelaku saat ini telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan. Setelah kejadian, Samidi menyerahkan diri kepada kepala desa setempat yang kemudian mengantarnya ke Polsek Gondanglegi. “Pelaku menyerahkan diri, dan besok rencananya kita rilis,” tegas Taufik.
Kepala Desa Ganjaran, Ali Shodiqin, menambahkan bahwa sakit hati pelaku sudah terpendam selama delapan tahun. Konflik ini dimulai dengan tuduhan bahwa korban sering menaburkan garam di depan rumah pelaku.
Samidi mengaku pernah melihat korban menabur garam di depan kandang ternaknya, dan kemudian ada kambing miliknya yang mati.
“Kematian kambing itu, kemudian dikaitkan dengan perbuatan korban yang sering menabur garam. Sebelumnya, istri pelaku juga sakit-sakitan, yang dianggap merupakan ulah korban juga,” jelas Ali.
Malam kemarin, dendam yang sudah terpendam begitu lama meledak. Dengan membawa dua bilah celurit, Samidi mengadang korban yang tengah pulang menuju rumahnya setelah menghadiri istigasah.
Tanpa berkata-kata, pelaku langsung menyabetkan celurit ke tubuh korban. Akibat serangan brutal ini, korban mengalami tujuh luka dan tewas di tempat.
“Pelaku awalnya menghadang korban saat pulang menuju rumahnya, dengan membawa dua bilah celurit yang kemudian digunakan untuk menganiaya korban,” ujar Taufik.
Melihat korban terluka parah, pelaku kemudian menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Peristiwa ini telah mengguncang desa Ganjaran, mengingat berlarutnya konflik dan akhir tragis yang menimpa Kusairi.***
Sumber: berbagai sumber







