Gunung Arjuno Terbakar Lagi, Diduga Akibat Pemburu Liar

Gunung Arjuno yang merupakan salah satu gunung berapi aktif di Jawa Timur kembali dilanda kebakaran. Kali ini, lokasi kebakaran berada di Desa Ledug, Kecamatan Prigen,…

Zona Malang – Gunung Arjuno yang merupakan salah satu gunung berapi aktif di Jawa Timur kembali dilanda kebakaran. Kali ini, lokasi kebakaran berada di Desa Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Api terlihat menyala-nyala di atas Gunung Ringgit pada Minggu (22/10/2023) malam.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, kebakaran terjadi di kawasan hutan milik Perhutani. Sampai saat ini, belum diketahui pasti apa penyebab dan luasnya kebakaran. Petugas masih berupaya memadamkan api dengan bantuan peralatan dan personel dari berbagai pihak.

“Semoga hari ini bisa dipadamkan,” ujar Sugeng pada Senin (23/10/2023).

Sugeng menambahkan, selain petugas dari Perhutani, ada juga relawan dari Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) yang turut membantu pemadaman. Mereka harus berjalan kaki menuju lokasi kebakaran karena sulit dijangkau kendaraan.

Kebakaran hutan di Gunung Arjuno bukanlah hal yang baru. Pada 26 Agustus 2023 lalu, gunung yang memiliki ketinggian 3.339 meter di atas permukaan laut ini juga terbakar hebat. Api melahap hampir 5.000 hektare lahan dan hutan di empat kabupaten dan kota, yaitu Pasuruan, Batu, Malang, dan Mojokerto.

Pasuruan menjadi wilayah yang paling parah terdampak kebakaran dengan luas lahan terbakar mencapai 2.724 hektare. Kebakaran ini baru bisa dipadamkan setelah hampir sebulan dengan melibatkan ratusan relawan, petugas, dan helikopter water bombing.

Salah satu dugaan kuat penyebab kebakaran adalah ulah pemburu liar yang sengaja membakar hutan untuk mengusir atau menangkap satwa liar. Hal ini didasarkan pada temuan beberapa perangkap dan senapan angin di lokasi kebakaran.

Kebakaran hutan di Gunung Arjuno sangat merugikan tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Selain mengancam keanekaragaman hayati dan sumber air, kebakaran juga menyebabkan polusi udara yang berbahaya bagi kesehatan.

Oleh karena itu, perlu ada upaya bersama untuk mencegah dan menangani kebakaran hutan di Gunung Arjuno. Pemerintah, masyarakat, dan organisasi lingkungan harus bekerja sama untuk menjaga dan merawat hutan yang menjadi aset bersama.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan dari kebakaran. Selain itu, perlu ada penegakan hukum yang tegas bagi para pemburu liar atau pelaku pembakaran hutan lainnya.

Semoga kebakaran hutan di Gunung Arjuno tidak terulang lagi dan kita semua bisa menjaga kelestarian alam Indonesia.***