Zona Malang – Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, M.M, memulai rangkaian Grand Final Pemilihan Putri Garudeya Kabupaten Malang di Pantai Balaikambang, Kecamatan Bantur, pada pagi hari Minggu (12/11). Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi S, Sos, beserta istri, Dandim 0818 Malang-Batu, Letkol Inf Arif Nurbianto, dan sejumlah perangkat daerah Kabupaten Malang. Direktur Jasa Yasa Kabupaten Malang, Direktur Bank Jatim Kepanjen, Pimpinan Indomaret Malang Raya, serta para peserta gowes segara juga turut memeriahkan acara.
Grand Final Pemilihan Putri Garudeya Kabupaten Malang ini merupakan salah satu acara dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-1263 Kabupaten Malang. Selain itu, acara ini juga menjadi tuan rumah untuk Gowes Segara (Sepeda Gembira), yang dimulai dari perempatan Jalur Lintas Selatan Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, hingga mencapai finish di Pantai Balaikambang.
Bupati Malang, mewakili Pemerintah Kabupaten Malang, memberikan sambutan positif dan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam acara ini. Kegiatan ini bertujuan memberikan kesempatan bagi generasi muda yang berprestasi untuk menunjukkan bakat dan kemampuan di bidang pariwisata dan budaya.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap pembentukan mentalitas generasi penerus yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Bupati Malang.
Dalam penjelasannya, Bupati Malang menyoroti sejarah Garudeya, yang menjadi cikal bakal lambang negara, burung garuda. Sejarah ini terkait erat dengan Kabupaten Malang, khususnya melalui simbol Garudeya yang berasal dari salah satu relief Candi Kidal di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang.

Bupati Malang menegaskan bahwa Pemilihan Putri Garudeya bukan sekadar menonjolkan kecantikan fisik finalis. Lebih dari itu, acara ini menjadi wadah bagi perwakilan duta yang mampu membawa nama baik Kabupaten Malang di berbagai kesempatan.
“Figur Putri Garudeya diharapkan dapat menjunjung tinggi nilai-nilai keberanian, kebebasan, dan semangat dalam meraih prestasi. Dengan demikian, selain menjadi bagian dari sejarah, Putri Garudeya juga harus dapat menjadi bagian dari sejarah dan semangat dalam kehidupan masyarakat,” terang Bupati Malang.***







