Zona Malang – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, terus menunjukkan sikap adabnya saat beradu argumentasi dengan Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, dan Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD. Gibran terlihat mengutamakan tata krama baik dari segi ucapan maupun gerak tubuhnya.
Contohnya, ketika menanggapi pemaparan Muhaimin mengenai kelangkaan pupuk dan kesejahteraan petani, Gibran secara terbuka mengucapkan terima kasih sebagai bentuk penghargaan terhadap argumen yang disampaikan oleh Muhaimin.
Demikian pula, saat Mahfud memberikan tanggapan terkait masyarakat adat, Gibran kembali menunjukkan sikap adab dengan mengucapkan terima kasih kepada Mahfud sebagai seorang Profesor yang ahli dalam ilmu hukum.
Bukan hanya dari segi ucapan, adab Gibran juga tercermin melalui gerak tubuhnya. Saat menyanggah argumentasi Mahfud, Gibran tampak memohon maaf dengan mengatupkan kedua telapak tangannya kepada Mahfud. Hal ini menunjukkan sikap hormat dan keterbukaan dalam berdialog.
Dalam menjawab tanggapan Mahfud tentang impor pangan dan konsep Trisakti Bung Karno, Gibran tetap mempertahankan pendapatnya sambil meminta agar narasi-narasi ketakutan tidak disebarluaskan kepada masyarakat. Meskipun mengungkapkan pendapatnya, Gibran tetap mengucapkan terima kasih dan meminta maaf jika ada kata-kata yang mungkin disalahartikan.
Pada akhir sesi debat, Gibran kembali mengucapkan kata maaf kepada Muhaimin dan Mahfud sambil membungkuk berkali-kali saat bersalaman tangan dengan keduanya. Terlihat juga adegan di mana Gibran berbisik dengan Mahfud saat berpelukan, menunjukkan sikap kedekatan dan kerjasama di antara calon-calon pemimpin.
Sikap adab yang ditunjukkan oleh Gibran Rakabuming Raka dalam debat ini mencerminkan kesopanan dan profesionalisme dalam berkomunikasi politik, memberikan contoh positif bagi pemirsa dan masyarakat yang menyaksikan proses pemilihan pemimpin negara.***







