Profil Lengkap Dandhy Dwi Laksono: Sutradara Film “Dirty Vote” yang Kontroversial

Profil biodata tentang Dandhy Dwi Laksono sutradara film Dirty Vote yang sedang viral di YouTube, pernah terlibat kasus hukum!

Zona Malang – Dandhy Dwi Laksono, seorang jurnalis investigasi dan sutradara film dokumenter yang kontroversial, menjadi pusat perhatian setelah merilis film “Dirty Vote” di kanal YouTube PSHK (Pusat Studi Hukum dan Kebijakan). Film ini mengungkap desain kecurangan Pemilu 2024 yang telah direncanakan oleh pihak-pihak tertentu.

Latar Belakang dan Pendidikan

Dandhy lahir di Lumajang, Jawa Timur, pada 29 Juni 1976. Ia memperoleh gelar Sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran Bandung. Selain itu, Dandhy juga mengikuti pendidikan nonformal di Ohio University Internship Program on Broadcast Journalist Covering Conflict Amerika Serikat (2007) dan British Council Broadcasting Program di London (2008).

Karier Jurnalistik

Dandhy memulai karier jurnalistiknya pada tahun 1990. Dia telah bekerja di berbagai media, termasuk tabloid Kapital, majalah Warta Ekonomi, radio Pas FM, Smart FM, Ramako, dan menjadi stringer untuk radio ABC Australia. Dia juga telah berkontribusi sebagai produser berita di Liputan 6 SCTV dan Kepala Seksi Peliputan di RCTI. Selain itu, ia pernah memimpin majalah dan situs acehkita.com, sebuah media alternatif selama masa darurat militer di Aceh pada tahun 2003-2005.

Rumah Produksi Watchdoc Indonesia

Dandhy mendirikan rumah produksi film dokumenter bernama Watchdoc Indonesia pada tahun 2009 bersama dengan temannya, Andy Panca Kurniawan. Melalui rumah produksi ini, Dandhy telah menciptakan ribuan karya, termasuk 165 episode dokumenter, lebih dari 7.115 feature televisi, dan 45 video komersial non-komersial.

Baca Juga:Film Dokumenter “Dirty Vote” Hilang dari Pencarian YouTube, Netizen Gelar Protes

Karya-karya Kontroversial

Sebagai seorang aktivis sosial, Dandhy telah merilis beberapa film dokumenter yang menyoroti isu-isu kontroversial di Indonesia. Beberapa film dokumenternya yang paling terkenal termasuk “Jakarta Unfair”, yang mengungkap masalah reklamasi di Jakarta, dan “Samin vs Semen”, yang menggambarkan perjuangan masyarakat Samin Kendeng melawan penggusuran perusahaan semen.

Karya Terbaru: “Dirty Vote”

“Dirty Vote” adalah film dokumenter keempat Dandhy yang berfokus pada momentum Pemilu. Film ini menampilkan tiga pakar hukum tata negara, Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari, yang mengungkap desain kecurangan dalam Pemilu 2024. Film ini telah menciptakan kehebohan di media sosial setelah dirilis, dengan jumlah penonton mencapai jutaan hanya dalam satu hari.

Kontroversi Hukum

Selama karier jurnalistiknya, Dandhy telah beberapa kali terlibat dalam kasus hukum. Pada tahun 2017, ia dilaporkan ke polisi karena dianggap menghina Megawati Soekarnoputri melalui tulisannya. Pada tahun 2019, ia ditangkap atas dugaan ujaran kebencian terkait cuitannya tentang peristiwa Wamena.

Dandhy Dwi Laksono terus menjadi sosok kontroversial dalam dunia jurnalistik dan perfilman Indonesia, dengan karyanya yang terus menggugah dan menginspirasi banyak orang.***