Presiden Jokowi Dukung Alokasi Belanja Iklan untuk Perusahaan Pers sebagai Bantalan Jangka Pendek

Zona Malang – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menyatakan dukungannya terhadap alokasi belanja iklan untuk perusahaan pers sebagai “bantalan” jangka pendek, terutama di tengah tantangan yang dihadapi perusahaan pers akibat dominasi platform digital dalam industri periklanan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden Jokowi pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2024 di Ancol, Jakarta, pada Selasa (20/02/2024), seperti dilansir oleh Antara. Jokowi mengakui bahwa 60 persen pendapatan iklan perusahaan pers saat ini diambil oleh platform digital seperti Google dan Meta, sehingga alokasi belanja iklan dapat memberikan bantuan jangka pendek bagi perusahaan pers di tengah masa sulit.

“Memang ini tidak menyelesaikan masalah secara keseluruhan perusahaan pers. Kita semua harus tetap memikirkan bagaimana menghadapi transformasi digital ini,” kata Jokowi.

Selain itu, dalam acara tersebut, Presiden Jokowi juga meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 32 Tahun 2024 yang mengatur hak penerbit atau publisher rights. Melalui peraturan ini, platform digital diminta untuk bekerja sama dengan media lokal yang terverifikasi Dewan Pers dalam memublikasikan berita.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa arahan dari Presiden Jokowi tersebut akan segera dikaji lebih mendalam. Skema dan sumber dana dari kebijakan alokasi belanja iklan untuk perusahaan pers perlu dibahas secara detail.

Adapun kerja sama antara platform digital dan media lokal yang diminta meliputi berbagai aspek, seperti iklan, dukungan terhadap jurnalisme independen dan berkualitas, lisensi berbayar, bagi hasil, berbagi data agregat pengguna berita, dan bentuk-bentuk kerja sama lainnya yang disepakati.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan kebijakan yang diambil, diharapkan dapat memberikan bantuan dan perlindungan bagi industri pers dalam menghadapi tantangan transformasi digital yang semakin kompleks.***