Zona Malang – Pada beberapa waktu belakangan, Indonesia telah mengalami cuaca ekstrem di beberapa wilayahnya.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan berlanjutnya musim hujan yang berkepanjangan. Pertanyaannya, sebenarnya sampai kapan musim hujan akan berlangsung di tahun 2024 ini? Mari kita simak analisis cuaca terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Cuaca Ekstrem yang Diprediksi di Sejumlah Wilayah Indonesia
Menurut BMKG, dalam rentang waktu 12-18 Maret, banyak wilayah di Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem, seperti hujan deras dan angin kencang. Wilayah-wilayah yang memiliki risiko tinggi meliputi Sumatra Utara, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Papua.
Daftar wilayah yang perlu waspada menurut BMKG adalah sebagai berikut:
12-13 Maret:
- Sumatra Utara hingga Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Tengah hingga Papua
14–15 Maret:
- Bengkulu hingga Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Barat hingga Papua
16–18 Maret:
- Sumatra Barat hingga Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Barat hingga Papua
Berakhirnya Musim Hujan 2024
Berdasarkan analisis BMKG, musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan terus berlanjut hingga pertengahan Maret 2024. Namun, terdapat prediksi bahwa beberapa wilayah akan mulai keluar dari musim hujan pada akhir Maret 2024.
Pada awal Maret 2024, sekitar 78% wilayah Indonesia masih akan berada dalam musim hujan, termasuk daerah-daerah di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
BMKG juga memperkirakan bahwa antara Maret dan April 2024, curah hujan cenderung akan menurun menjadi rendah hingga sedang. Meskipun demikian, beberapa wilayah masih berpotensi mengalami hujan tinggi hingga sangat tinggi.
Dari April hingga September 2024, BMKG memperkirakan bahwa beberapa wilayah di Indonesia berpotensi mengalami curah hujan lebih dari 300 mm per bulan.
Dengan informasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada terhadap cuaca ekstrem dan mempersiapkan diri menghadapi potensi dampak dari musim hujan yang panjang.
Semoga dengan kewaspadaan yang tinggi, kita dapat mengurangi risiko terhadap dampak buruk yang mungkin timbul.***







