Zona Malang – Usai membuat gaduh netizen di Indonesia, Zainul Maarif kini dipecat dari jabatannya sebagai pengurus Nahdlatul Ulama (NU) DKI Jakarta akibat dari kegiatanya bertemu dengan Presiden Israel, Isaac Herzog. Pemecatan ini diumumkan oleh Ketua Umum Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, Samsul Ma’arif.
Keputusan pemberhentian ini diambil dalam rapat gabungan Tanfidziyah dan Syuriah PWNU DKI Jakarta, dan disampaikan kepada wartawan pada Kamis, 18 Juli 2024. Zainul Maarif diberhentikan dari posisinya sebagai pengurus Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU DKI Jakarta.
“Memutuskan bahwa beberapa orang yang terlibat langsung dan tak langsung dalam keberangkatan anak NU ke Israel itu diberhentikan dari kepengurusan Lembaga Bahtsul Masail PWNU DKI Jakarta,” kata Samsul Ma’arif. “Yang diberhentikan Zainul Maarif yang ikut berangkat langsung ke Israel,” jelasnya lebih lanjut.
Sebelumnya, sebuah foto yang menunjukkan lima Nahdliyin bertemu Presiden Israel, Isaac Herzog, menjadi viral di media sosial dan menimbulkan kegeraman publik serta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dalam foto tersebut, kelima tokoh muda Nahdliyin terlihat berdiri di belakang Isaac Herzog yang sedang duduk.
Kelima tokoh muda NU tersebut adalah Syukron Makmun, Dr. Zainul Maarif, Munawar Aziz, Nurul Bahrul Ulum, dan Izza Annafisah Dania. Zainul Maarif melalui akun Instagram-nya membagikan foto pertemuannya dengan Isaac Herzog dan menjelaskan bahwa mereka berdiskusi dan menyampaikan gagasan kepada Presiden Israel.
“Berbincang Langsung Dengan Presiden Israel. Saya bukan demonstran, melainkan filsuf-agamawan. Alih-alih demonstrasi di jalanan dan melakukan pemboikotan, saya lebih suka berdiskusi dan mengungkapkan gagasan,” tulis Zainul Maarif dalam unggahannya di Instagram @zenmaarif.
Dalam pertemuan tersebut, mereka juga membahas konflik antara Hamas-Israel dan hubungan antara Indonesia-Israel. “Terkait konflik antara Hamas-Israel, dan relasi Indonesia-Israel, saya bersama rombongan berdialog langsung dengan Presiden Israel, Isaac Herzog,” ungkapnya.
Zainul Maarif berharap bahwa pertemuan ini dapat memberikan hasil yang terbaik untuk Indonesia. “Semoga hasil terbaik yang dianugerahkan untuk kita semua,” ujarnya.
MUI Malang juga menanggapi kontroversi ini dan menyatakan akan meneliti ceramah-ceramah Zainul Maarif untuk memastikan tidak ada penyimpangan dari syariat Islam. Ketua MUI Malang, KH Misno Fadhol Hija, mengungkapkan bahwa ada sejumlah ceramah yang dianggap tidak sesuai syariat, yang sedang dalam proses investigasi lebih lanjut.







