Peta Kerawanan TPS di Malang: Dari Politik Uang hingga Kendala Jaringan Internet

Malang, Zona Malang – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Malang merilis pemetaan kerawanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pemilu 2024.

Survey yang melibatkan 390 kelurahan/desa ini mengungkap 22 indikator kerawanan yang perlu diwaspadai.

Indikator Kerawanan yang Mengintai

Survei yang dilakukan selama 10-15 November 2024 ini mengungkap tiga kategori kerawanan yang membutuhkan perhatian khusus.

Masalah Klasik yang Masih Dominan

Dari hasil pemetaan, empat indikator paling sering muncul di TPS Kabupaten Malang:

  • 513 TPS mencatat adanya pemilih tambahan (DPTb)
  • 460 TPS memiliki penyelenggara pemilu di luar domisili
  • 1.192 TPS mencatat pemilih disabilitas dalam DPT
  • 122 TPS mengalami kendala jaringan internet

Politik Uang hingga Intimidasi

Bawaslu menemukan 12 indikator yang cukup sering terjadi, dengan temuan mengkhawatirkan:

  • 1.521 TPS terindikasi memiliki pemilih tidak memenuhi syarat
  • 11 TPS berpotensi terpapar politik uang
  • 9 TPS rawan intimidasi terhadap penyelenggara
  • 83 TPS mengalami masalah logistik

Isu SARA dan Konflik: Minoritas tapi Berbahaya

Enam indikator yang jarang terjadi namun tetap memerlukan pengawasan ketat:

  • 2 TPS memiliki riwayat kekerasan
  • 1 TPS terpapar politik SARA
  • 4 TPS berada di wilayah rawan konflik

Strategi Pengawasan yang Disiapkan

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kabupaten Malang menegaskan beberapa langkah antisipatif:

  • Patroli pengawasan intensif di TPS rawan
  • Koordinasi dengan stakeholder terkait
  • Pembentukan posko pengaduan online dan offline
  • Kolaborasi dengan pengawas partisipatif

Rekomendasi untuk KPU

Bawaslu memberikan sejumlah rekomendasi kepada KPU, termasuk:

  • Antisipasi menyeluruh terhadap potensi kerawanan
  • Koordinasi lintas sektor untuk pencegahan gangguan
  • Jaminan distribusi logistik tepat waktu

“Pemetaan ini menjadi basis data penting untuk mengantisipasi berbagai potensi masalah dalam Pemilu 2024,” jelas Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kabupaten Malang.

Catatan Redaksi: Data dalam artikel ini bersumber dari rilis resmi Bawaslu Kabupaten Malang.

Artikel ini merupakan bagian dari liputan khusus Zona Malang tentang persiapan Pemilu 2024.