Batu, Zona Malang – Semangat memberantas korupsi terus bergema di Kota Wisata Batu. Kali ini, giliran para pelajar SMA dan MA yang diajak turun gunung untuk menjadi garda terdepan dalam perang melawan praktik kotor tersebut. Bertepatan dengan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2024, Pemerintah Kota Batu menggelar acara sosialisasi yang melibatkan 250 siswa dari 23 sekolah se-Kota Batu pada Kamis (21/11/24) di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani.
Dengan mengusung tema “Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju”, acara ini menjadi ajang pembekalan bagi para generasi Z untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Pj. Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, yang membuka acara tersebut, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam membangun Indonesia yang bebas korupsi.
“Kita semua menginginkan Indonesia yang lebih makmur dan sejahtera. Itu hanya bisa dicapai jika kita jujur dan bebas dari korupsi. Generasi muda, sebagai calon pemimpin bangsa, harus memiliki dasar kompetensi dan ilmu tentang penyelenggaraan negara yang benar agar Indonesia bisa berkembang dengan baik,” ujar Aries dengan penuh semangat.
Aries juga mengapresiasi program P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang sudah diterapkan dalam kurikulum sekolah. Menurutnya, program ini bisa menjadi sarana efektif untuk menerapkan nilai-nilai antikorupsi di kalangan pelajar.
“Kami berharap, ilmu yang didapatkan di sini dapat diaplikasikan melalui P5 di sekolah masing-masing. Mari bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik,” tambahnya.
Para siswa yang hadir mendapatkan wejangan dari tiga narasumber ahli yang siap membakar semangat antikorupsi mereka. Laily Vitria Aditama, Penyuluh Antikorupsi Madya, mengajak para siswa untuk memulai perubahan dari diri sendiri melalui materinya yang berjudul “Bikin Indonesia Benar Mulai dari Aku”.
Sementara itu, Mohammad Januar Ferdian, Kepala Seksi Intelijen Kejari Batu, memberikan pemahaman tentang hukum dan peran generasi muda dalam mencegah korupsi melalui materi “Pendidikan Antikorupsi”. Tak ketinggalan, M. Subhan, Kanit Binmas Polres Batu, menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan yang bersih dari korupsi.
Plt. Inspektur Kota Batu, Sugeng Pramono, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi. “Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk meminimalkan tindakan korupsi sejak dini. Generasi muda adalah kunci, dan kita perlu membangun mentalitas antikorupsi di kalangan mereka,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, para pelajar diharapkan bisa menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Dengan bekal pemahaman yang kuat tentang bahaya korupsi, mereka diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai integritas dan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menyebarkan kesadaran antikorupsi di sekitarnya.
Semangat para siswa terlihat jelas saat sesi tanya jawab berlangsung. Salah satu peserta, Rani, siswi kelas XI dari SMAN 1 Batu, mengungkapkan antusiasmenya, “Acara ini membuka mata saya tentang betapa pentingnya peran kami sebagai generasi muda dalam memberantas korupsi. Saya berjanji akan mulai dari hal-hal kecil, seperti tidak menyontek dan selalu jujur dalam ujian.”
Senada dengan Rani, Ahmad, siswa kelas XII dari MAN Kota Batu, menambahkan, “Setelah mengikuti acara ini, saya semakin yakin bahwa kita semua bisa berkontribusi dalam memberantas korupsi. Saya akan mulai dengan mengajak teman-teman untuk lebih peduli dan berani melaporkan jika melihat praktik-praktik curang di sekitar kita.”
Acara sosialisasi ini bukan hanya sekadar ceramah satu arah. Para peserta juga diajak untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas interaktif, seperti kuis antikorupsi dan role-playing situasi yang rentan terhadap praktik korupsi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepekaan mereka terhadap isu-isu korupsi dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Batu untuk meluncurkan program “Batu Bersih 2025”, sebuah inisiatif jangka panjang yang bertujuan menjadikan Kota Batu sebagai role model kota bebas korupsi di Indonesia. Program ini akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pelajar, dalam upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Dengan berakhirnya acara sosialisasi ini, harapan akan lahirnya generasi muda Kota Batu yang berintegritas dan antikorupsi semakin membara. Sosialisasi ini bukan hanya menjadi langkah awal dalam upaya menciptakan generasi muda yang berintegritas, tapi juga menjadi pijakan penting menuju Indonesia Emas 2045.
Kota Batu, dengan semangat generasi mudanya, kini siap menjadi benteng antikorupsi yang kokoh. Dengan tekad bulat dan komitmen kuat, mereka bertekad untuk mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, dan bebas dari jerat korupsi. Semoga api semangat antikorupsi ini terus menyala dan menjalar ke seluruh pelosok negeri, demi Indonesia yang lebih baik di masa depan.







