Wali Kota Malang Bongkar Rahasia PDKTSAM, Jatim Terpukau!

MALANG – Kota Malang berhasil melaju ke tahap kedua dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur Tahun 2025. Kabar baik ini menempatkan Kota Malang dalam jajaran 11 daerah terbaik di Jawa Timur yang berhasil melewati seleksi ketat.

Fokus utama Kota Malang dalam ajang bergengsi ini adalah Inovasi Pengentasan Kemiskinan Terpadu. Aplikasi PDKTSAM (Pendataan Kesejahteraan Sosial Kota Malang) menjadi andalan yang diunggulkan untuk dinilai. Aplikasi ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam menekan angka kemiskinan di Kota Malang.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut positif pencapaian ini. Didampingi Kepala Bappeda Kota Malang, Dwi Rahayu, Wahyu menyampaikan presentasi Kinerja dan Inovasi Pembangunan Kota Malang di Kantor Bappeda Provinsi Jawa Timur.

“Tentu apresiasi atas kinerja seluruh perangkat daerah sehingga Kota Malang dapat lolos ke tahap kedua penilaian PPD ini,” ujar Wahyu. Ia menambahkan, target utama bukan hanya peringkat semata, namun bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan inovasi yang dihadirkan berdampak nyata bagi pengentasan kemiskinan.

PDKTSAM sendiri dirancang sebagai sistem data kesejahteraan masyarakat yang komprehensif. Sistem ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menentukan kebijakan yang tepat sasaran, sehingga program dan kebijakan yang dijalankan semakin efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wahyu menegaskan, “Hal ini juga sejalan dengan misi kedua kami yaitu mewujudkan masyarakat sejahtera dan mandiri berbasis perekonomian yang mapan dan adaptif.” Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan wujud komitmen untuk mengembangkan teknologi demi meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam implementasi satu data kemiskinan.

PDKTSAM telah dimanfaatkan oleh berbagai instansi di Kota Malang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggunakannya untuk PPDB jalur afirmasi dan pemberian seragam gratis. Bulog memanfaatkan data PDKTSAM untuk penyaluran bantuan pangan. DPUPRPKP menggunakannya untuk bantuan sosial rumah tidak layak huni, dan Disnaker PMPTSP untuk pelatihan keterampilan.

Berkat upaya tersebut, Kota Malang berhasil menurunkan tingkat kemiskinan dari 4,26% di tahun 2023 menjadi 3,91% di tahun 2024. Angka ini menempatkan Kota Malang di peringkat kedua terendah se-Jawa Timur, jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 9,03%.

Penilaian PPD terdiri dari dua tahap, yaitu penilaian teknis dokumen dan presentasi. Tahap presentasi meliputi pemaparan, sesi wawancara, dan verifikasi.

Ringkasan Berita:

    • Kota Malang lolos ke tahap kedua Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Provinsi Jawa Timur 2025.
    • Inovasi Pengentasan Kemiskinan Terpadu melalui aplikasi PDKTSAM menjadi andalan Kota Malang.
    • PDKTSAM dimanfaatkan berbagai instansi untuk program bantuan sosial dan peningkatan kesejahteraan.
    • Tingkat kemiskinan Kota Malang berhasil ditekan hingga 3,91% pada tahun 2024.
    • Penilaian PPD meliputi penilaian teknis dokumen dan presentasi.