MALANG, Zona Malang – Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Selasa (25/3/2025) pagi. Jasad bayi perempuan ditemukan di dalam tong sampah oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
Komisaris Haris Akhmad Basuki, Kapolsek Metro Tanah Abang, mengkonfirmasi temuan tersebut. “Benar, pagi tadi ditemukan jasad bayi oleh petugas PPSU di area tong sampah,” ujarnya saat dihubungi.
Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang, AKP Martua Malau, menambahkan bahwa bayi tersebut ditemukan masih terbungkus kain lampin. Bahkan, ari-ari bayi masih menempel di pusarnya, dengan bercak darah yang masih terlihat.
“Ari-arinya belum dipotong dan masih ada bekas darah. Diduga bayi ini baru saja dilahirkan,” ungkap Malau.
Pihak kepolisian saat ini tengah menyelidiki kasus tersebut dengan mengumpulkan keterangan dari saksi dan menelusuri rekaman closed circuit television (CCTV) di sekitar Stasiun Tanah Abang. “Kami akan mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi siapa yang membuang bayi tersebut,” jelas Malau.
Selain itu, polisi juga telah memintai keterangan dari seorang saksi yang pertama kali menemukan jasad bayi tersebut.
Jasad bayi perempuan tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk dilakukan otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya. “Bayi itu telah kami bawa ke RSCM untuk keperluan otopsi,” ujar Malau.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian guna mengungkap pelaku yang bertanggung jawab atas pembuangan bayi tersebut.
Menurut Haris, pihaknya akan melakukan segala upaya untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan keadilan bagi bayi yang malang ini. “Kami akan bekerja keras untuk menemukan pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal,” tegasnya.
Sementara itu, warga sekitar Stasiun Tanah Abang yang diwawancarai mengungkapkan rasa syok dan prihatin atas peristiwa ini. “Saya tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini di tempat umum. Semoga pelakunya segera ditemukan dan mendapat hukuman yang setimpal,” ujar Siti, salah seorang warga.
Kasus pembuangan bayi ini mengingatkan kembali akan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperkuat sistem perlindungan anak di Indonesia. Diharapkan, peristiwa tragis ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan dan menjaga kesejahteraan anak-anak di negeri ini.







