MALANG, Zona Malang – Ketidakpastian ekonomi Indonesia semakin menjadi perhatian para investor asing. Menurut Doktor Universitas Leiden Belanda, Buni Yani, skema pembiayaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berasal dari pemotongan anggaran berbagai kementerian menimbulkan kekhawatiran tentang disiplin fiskal pemerintahan Prabowo.
Selain itu, pembentukan Danantara—lembaga pengelola dana super besar yang dikendalikan oleh tokoh-tokoh politik—tidak memberikan keyakinan bagi investor luar negeri. “Mereka mempertanyakan transparansi dan efektivitas pengelolaan dana tersebut dalam mendukung stabilitas ekonomi jangka panjang,” ungkapnya kepada Radar Aktual, Selasa (25/3/2025).
Mangkraknya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang telah menyedot dana besar juga menambah beban kekhawatiran investor. Mereka mempertanyakan apakah proyek ini akan terus berlanjut atau justru menjadi beban keuangan yang semakin besar bagi negara.
Isu mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani pun semakin memperburuk sentimen pasar. Sosoknya selama ini dianggap sebagai simbol kebijakan fiskal yang stabil dan kredibel. Jika benar terjadi, kekhawatiran akan arah kebijakan ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo semakin meningkat.
Di sisi lain, desakan DPR dan pemerintah untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI yang menuai kontroversi juga mendapat sorotan investor. Langkah ini dinilai bertentangan dengan prinsip demokrasi dan berpotensi mengurangi kepercayaan dunia internasional terhadap iklim investasi di Indonesia.
Investor Khawatir dengan Arah Kebijakan Ekonomi PrabowoMenurut Buni Yani, berbagai faktor tersebut telah membuat kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo terancam melemah. Pasar kini menanti langkah konkret pemerintah untuk memastikan stabilitas ekonomi dan menjaga kepercayaan investor asing.
Skema Makan Bergizi Gratis Tuai KekhawatiranSkema pembiayaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berasal dari pemotongan anggaran berbagai kementerian dianggap menimbulkan kekhawatiran tentang disiplin fiskal pemerintahan Prabowo. Investor mempertanyakan apakah langkah ini akan berdampak pada stabilitas ekonomi jangka panjang.
Danantara, Lembaga Pengelola Dana Super Besar yang DiragukanPembentukan Danantara, lembaga pengelola dana super besar yang dikendalikan oleh tokoh-tokoh politik, juga tidak memberikan keyakinan bagi investor luar negeri. Mereka mempertanyakan transparansi dan efektivitas pengelolaan dana tersebut dalam mendukung stabilitas ekonomi.
Pembangunan IKN Menjadi Beban Keuangan Negara?Mangkraknya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang telah menyedot dana besar juga menambah beban kekhawatiran investor. Mereka mempertanyakan apakah proyek ini akan terus berlanjut atau justru menjadi beban keuangan yang semakin besar bagi negara.
Mundurnya Sri Mulyani Perburuk Sentimen PasarIsu mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani pun semakin memperburuk sentimen pasar. Sosoknya selama ini dianggap sebagai simbol kebijakan fiskal yang stabil dan kredibel. Jika benar terjadi, kekhawatiran akan arah kebijakan ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo semakin meningkat.
RUU TNI Dinilai Bertentangan dengan Prinsip DemokrasiDesakan DPR dan pemerintah untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI yang menuai kontroversi juga mendapat sorotan investor. Langkah ini dinilai bertentangan dengan prinsip demokrasi dan berpotensi mengurangi kepercayaan dunia internasional terhadap iklim investasi di Indonesia.
Pemerintah Diminta Ambil Langkah KonkretDengan berbagai faktor tersebut, kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo terancam melemah. Pasar kini menanti langkah konkret pemerintah untuk memastikan stabilitas ekonomi dan menjaga kepercayaan investor asing.







