MALANG, Zona Malang – Seiring dengan perkembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia, semakin banyak masyarakat yang memilih mobil listrik untuk perjalanan jarak jauh, termasuk mudik Lebaran. Salah satu rute populer yang mulai dilalui pemudik menggunakan mobil listrik adalah perjalanan dari Jakarta ke Surabaya, yang berjarak sekitar 785 km dengan waktu tempuh sekitar 10-12 jam melalui Tol Trans Jawa.
Dengan adanya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang semakin tersebar di sepanjang jalur tol, mobil listrik kini menjadi alternatif yang lebih ekonomis dibanding kendaraan berbahan bakar bensin atau solar. Jika biaya pengecasan digabungkan dengan tarif tol, maka estimasi total biaya perjalanan dari Jakarta ke Surabaya menggunakan mobil listrik adalah Rp 1.105.705 untuk BYD M6, Rp 1.083.256 untuk MG4 EV, dan Rp 1.068.454 untuk Hyundai Ioniq 5.
Pemudik yang menggunakan mobil pribadi, termasuk mobil listrik, harus menyiapkan anggaran untuk biaya tol selama perjalanan. Berikut adalah rincian tarif tol dari Jakarta ke Surabaya: Jakarta-Cikampek (Rp 27.000), Cikopo-Palimanan (Rp 119.000), Palimanan-Kanci (Rp 13.500), Kanci-Pejagan (Rp 31.500), Pejagan-Pemalang (Rp 66.000), Pemalang-Batang (Rp 53.000), Batang-Semarang (Rp 111.500), Semarang ABC (Rp 5.500), Semarang-Solo (Rp 92.000), Solo-Ngawi (Rp 131.000), Ngawi-Kertosono (Rp 98.000), Kertosono-Mojokerto (Rp 55.000), dan Mojokerto-Surabaya (Rp 43.500). Jika ditotal, tarif tol yang harus dibayarkan pemudik mencapai Rp 854.000.
Namun, selama periode 24 Maret 2025 pukul 05.00 WIB hingga 26 Maret 2025 pukul 05.00 WIB, Jasamarga memberikan diskon tarif tol sebesar 20 persen untuk perjalanan menerus dari Jakarta menuju Semarang. Tarif tol Jakarta-Semarang yang awalnya Rp 440.000 menjadi Rp 352.000. Dengan tambahan tarif tol Semarang-Surabaya, maka total biaya tol dari Jakarta ke Surabaya menjadi Rp 766.000.
Untuk menghitung konsumsi daya mobil listrik dalam perjalanan mudik ini, redaksi mengambil tiga model kendaraan listrik terlaris, yaitu BYD M6, MG4 EV, dan Hyundai Ioniq 5. Ketiga mobil ini diklaim mampu menempuh jarak minimal 400 km dalam sekali pengisian daya penuh. Berikut adalah konsumsi daya masing-masing model berdasarkan hasil pengujian efisiensi: BYD M6 (5,7 km/kWh), MG4 EV (6,1 km/kWh), dan Hyundai Ioniq 5 (6,4 km/kWh). Jika jarak Jakarta-Surabaya adalah 785 km, maka total daya yang dibutuhkan oleh masing-masing mobil listrik adalah: BYD M6 (137,7 kWh), MG4 EV (128,6 kWh), dan Hyundai Ioniq 5 (122,6 kWh).
Tarif pengisian daya di SPKLU PLN saat ini telah ditetapkan sebesar Rp 2.467 per kWh. Jika pemudik menggunakan SPKLU fast charging (DC), ada tambahan biaya layanan sebesar Rp 25.000 per sesi pengisian daya. Berikut estimasi biaya pengecasan untuk perjalanan dari Jakarta ke Surabaya: BYD M6 (Rp 339.705), MG4 EV (Rp 317.256), dan Hyundai Ioniq 5 (Rp 302.454).
Sebagai perbandingan, biaya perjalanan menggunakan mobil konvensional berbahan bakar bensin atau solar untuk rute yang sama bisa mencapai lebih dari Rp 1,5 juta, tergantung konsumsi bahan bakar dan harga BBM. Dengan semakin banyaknya SPKLU di sepanjang jalur Tol Trans Jawa, mudik Lebaran 2025 menggunakan mobil listrik menjadi pilihan yang lebih hemat dan ramah lingkungan.
Selain biaya perjalanan yang lebih rendah, mobil listrik juga menawarkan pengalaman berkendara yang lebih nyaman dan bebas emisi. Pemudik yang memilih menggunakan kendaraan listrik perlu merencanakan titik-titik pengecasan agar perjalanan tetap lancar. Pastikan untuk mengecek lokasi SPKLU yang tersedia di rest area dan merencanakan waktu pengisian daya agar tidak kehabisan baterai di tengah perjalanan.
Dengan perhitungan yang matang, mudik Jakarta-Surabaya dengan mobil listrik dapat menjadi pilihan cerdas dan efisien bagi para pemudik di tahun 2025. Perjalanan dengan mobil listrik tidak hanya lebih hemat, tetapi juga lebih ramah lingkungan dan memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman.







