MALANG, Zona Malang – Sebuah kunjungan yang menarik perhatian publik terjadi di hari raya Idul Fitri tahun ini. Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau yang lebih dikenal sebagai Didit Prabowo, putra dari Presiden Prabowo Subianto, melakukan silaturahmi ke rumah Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo. Hal ini dianggap sebagai bentuk kedewasaan keluarga Prabowo Subianto.
Menurut Igor Dirgantara, Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), keputusan Didit Prabowo untuk menyambangi dua mantan Kepala Negara ini menunjukkan bahwa Prabowo Subianto jauh lebih dewasa dibandingkan dengan Jokowi dan Megawati yang terlihat seperti “anak kecil” karena tidak hadir saat open house di Istana Negara.
“Ini menunjukkan Prabowo jauh lebih dewasa ketimbang Jokowi atau Megawati yang bersikap seperti anak kecil, tidak mau datang ke Istana,” ujar Igor kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Kamis, 3 April 2025.
Lebih lanjut, Igor menjelaskan bahwa kedewasaan Prabowo tidak lepas dari latar belakangnya sebagai militer. Hal ini juga dibuktikan dengan kehadiran Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga berlatar belakang militer, ke Istana Negara untuk berlebaran dengan Prabowo.
“Sekarang publik bisa melihat perbedaan latar belakang Presiden dari kalangan sipil atau dari kalangan tentara. Prabowo dan SBY adalah contoh pemimpin yang punya background militer yang ternyata jauh lebih dewasa,” tuturnya.
Hal ini berbeda dengan Jokowi dan Megawati yang berlatar belakang sipil. Menurut Igor, Jokowi dan Megawati masih kurang dewasa atau “seperti anak kecil” di momen Idul Fitri saat ini.
Kunjungan Didit Prabowo ke rumah Megawati dan Jokowi ini dianggap sebagai bentuk silaturahmi yang mencerminkan kedewasaan keluarga Prabowo Subianto. Hal ini menjadi sorotan publik dan menarik perhatian banyak pihak.
Selain itu, kehadiran SBY di Istana Negara untuk berlebaran dengan Prabowo juga menjadi sorotan tersendiri. Hal ini dianggap sebagai bentuk dukungan dan pengakuan terhadap kepemimpinan Prabowo Subianto.
Publik pun semakin melihat perbedaan latar belakang antara pemimpin dari kalangan sipil dan militer. Prabowo dan SBY dianggap lebih dewasa dalam menyikapi momen-momen penting seperti Idul Fitri, dibandingkan dengan Jokowi dan Megawati.
Hal ini menjadi menarik untuk dicermati, terutama dalam konteks kepemimpinan dan gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh masing-masing mantan Presiden tersebut. Apakah latar belakang militer memang memberikan keunggulan dalam hal kedewasaan dan kemampuan memimpin?







