Jaksa Terungkap Tak Punya Integritas, Ini Tantangan Besar Mereka

MALANG, Zona Malang – Penegakan hukum di Tanah Air masih menghadapi tantangan yang tidak mudah, namun Kejaksaan Agung tetap gigih menjadi garda terdepan dalam upaya menegakkan keadilan dan memberantas korupsi. Salah satu sosok penting dalam institusi kejaksaan yang menjadi ujung tombak kepercayaan publik adalah Raimel Jesaja, Direktur Ekonomi dan Keuangan di Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung.

Raimel Jesaja menegaskan bahwa dedikasi dan integritas jaksa menjadi hal utama untuk tetap mendapat kepercayaan publik. Hal ini sangat diperlukan dalam membenahi sistem hukum di Indonesia yang masih menghadapi banyak tantangan.

“Kita juga tidak memungkiri masih banyak tindakan perbuatan melawan hukum, namun kalau masih bisa semua kita berikan pemahaman dan pencegahan, kenapa tidak. Itulah tantangan kita ke depan. Karena kalau kita langsung berikan hukuman, malah itu tidak memberi manfaat dan tidak menjamin ada efek jera. Di samping itu, selain akan menambah biaya negara, juga akan berdampak ekonomi keluarga si pelaku,” ujar Raimel.

Raimel Jesaja menegaskan bahwa aparatur kejaksaan harus mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, optimal dalam pengetahuan hukum, memiliki wawasan yang luas, dan yang terpenting dapat memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.

Perjalanan Karier Raimel Jesaja yang CemerlangRaimel Jesaja resmi ditunjuk sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Maret 2022 lalu. Penunjukan ini beriringan dengan rotasi terhadap 65 Aparatur Sipil Negara (ASN) di tubuh Kejaksaan, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Jaksa Agung Nomor 54 tentang Pemindahan, Pemberhentian, dan Pengangkatan dari dan Dalam Jabatan Struktural ASN Kejaksaan.

Sebelum menjabat sebagai Kajati Sultra, Raimel Jesaja memiliki rekam jejak panjang di berbagai wilayah Indonesia. Pada tahun 2020, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulawesi Utara (Sulut), kemudian pada tahun 2021 berpindah tugas menjadi Wakajati Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kiprah Raimel Jesaja sebagai Kajati Sultra merupakan momen kembali ke daerah yang pernah dilayani sebelumnya. Pada tahun 2015, ia pernah bertugas sebagai Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) di Kejati Sultra, di mana pernah menangani berbagai kasus korupsi besar di provinsi tersebut.

Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah dugaan korupsi pembangunan kantor Bupati Konawe Utara (Konut) yang menjerat mantan Bupati Konut, Aswad Sulaiman. Kasus ini menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2,3 miliar dan menjadi salah satu dari 45 kasus korupsi yang ditangani Kejati Sultra pada masa itu.

Kinerja cemerlang Raimel Jesaja di Sultra mengantarkannya mendapat promosi pada tahun 2017 sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Selatan. Ia menggantikan Sarjono Turin yang dipindahkan sebagai Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DKI Jakarta.

Komitmen Raimel Jesaja dalam Menegakkan KeadilanRaimel Jesaja terus menunjukkan komitmen kuat dalam menegakkan keadilan dan memberantas korupsi di Indonesia. Keberhasilannya di berbagai daerah menjadi bukti nyata bahwa profesionalisme dan integritas adalah kunci dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum.

“Apa yang saya lakukan di berbagai daerah menjadi bukti nyata bahwa profesionalisme dan integritas adalah kunci dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum,” ujar Raimel Jesaja.

Kini, Raimel Jesaja berada di Kejagung untuk terus menjaga marwah korps Adyaksa sebagai benteng penegakan keadilan. Dengan pengalaman dan rekam jejak yang cemerlang, ia diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya memperbaiki sistem hukum di Indonesia dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan.