MALANG, Zona Malang – Bencana alam kembali melanda Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Tiga rumah warga di Dusun Tanjung, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, dilaporkan rusak parah akibat tertimpa tanah longsor.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 18 April 2025, sekitar pukul 16.00 WIB. Menurut Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kampak Iptu Singgih Susilo, tanah longsor ini dipicu oleh curah hujan yang cukup tinggi di wilayah tersebut.
“Sejak siang hari, wilayah Desa Ngadimulyo memang diguyur hujan cukup deras, menyebabkan tebing tanah yang berada di belakang rumah warga longsor,” ujarnya.
Berdasarkan hasil investigasi, terdapat dua titik longsor yang terjadi di desa tersebut. Pertama, di RT 16 RW 03, tebing tanah dengan tinggi 15 meter dan lebar 20 meter longsor, menimpa dinding dapur rumah Nyono dan dinding kamar mandi milik Suwoto.
Sementara itu, titik longsor lainnya berada di RT 17 RW 03 desa yang sama. Tebing tanah dengan tinggi 10 meter dan lebar 5 meter longsor, mengakibatkan teras sekaligus garasi milik Sumarwan roboh.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material yang dialami oleh warga diperkirakan mencapai Rp 4 juta hingga Rp 6 juta.
Tanggapan KepolisianMenanggapi hal ini, pihak kepolisian telah mengerahkan sejumlah personel bersama dengan Babinsa dan TRC BPBD untuk meninjau langsung lokasi dan melakukan asesmen, guna mengambil langkah tindak lanjut penanganan.
“Hari ini kami bersama stakeholder terkait dan warga setempat bergotong royong membantu evakuasi dan pembersihan sekaligus menyerahkan bantuan sosial kepada 3 orang warga yang mengalami musibah. Semoga bisa bermanfaat dan berkah untuk kita semua,” ungkap Kapolres Trenggalek.
Imbauan KepolisianTak hanya itu, pihak kepolisian juga mengimbau kepada segenap masyarakat, terutama yang berdomisili di wilayah perbukitan dan pegunungan ataupun yang berdekatan dengan tebing tanah, untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras.
Bencana Alam yang Sering TerjadiBencana alam, khususnya tanah longsor, memang kerap terjadi di Kabupaten Trenggalek. Kondisi geografis yang didominasi oleh perbukitan dan pegunungan, serta curah hujan yang tinggi, menjadi faktor pemicu utama terjadinya tanah longsor di wilayah ini.
Pemerintah Daerah Berupaya Atasi MasalahPemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan bencana alam, termasuk tanah longsor. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan tanggap bencana.
Selain itu, pemerintah juga terus melakukan perbaikan infrastruktur, seperti pembuatan sistem drainase yang baik dan penguatan lereng-lereng yang rawan longsor. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir dampak bencana alam yang sering terjadi di wilayah tersebut.
Harapan WargaWarga Desa Ngadimulyo yang terdampak bencana longsor ini berharap agar pemerintah dapat segera memberikan bantuan dan dukungan yang dibutuhkan, baik secara material maupun non-material. Mereka juga berharap agar pihak terkait dapat melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah terjadinya bencana serupa di masa mendatang.
“Kami sangat berharap pemerintah dapat membantu kami untuk memperbaiki rumah yang rusak akibat longsor ini. Selain itu, kami juga berharap ada upaya untuk mencegah terjadinya bencana serupa di kemudian hari,” ungkap salah seorang warga yang terdampak.
PenutupBencana alam, khususnya tanah longsor, memang menjadi tantangan tersendiri bagi warga Kabupaten Trenggalek. Namun, dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait, diharapkan permasalahan ini dapat diatasi dengan lebih baik di masa mendatang.







