Gempi Festival Diikuti Polres Trenggalek, Mitigasi Kebencanaan Jadi Fokus

MALANG, Zona Malang – Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, baru-baru ini menjadi sorotan dalam sebuah kegiatan penting terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Polres Trenggalek turut berpartisipasi aktif dalam Festival Kesiapsiagaan Gempa Bumi dan Tsunami (Gempi) yang diselenggarakan di Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek.

Kegiatan ini merupakan upaya konkret dalam mempersiapkan masyarakat setempat dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami. Sebagai wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, Kabupaten Trenggalek memang memiliki risiko yang cukup tinggi terhadap ancaman tsunami.

Dalam acara tersebut, Polres Trenggalek mengirimkan sejumlah personel dari tingkat Polres maupun Polsek yang diwakili oleh Polsek Munjungan. Mereka turut serta dalam seluruh rangkaian acara bersama dengan stakeholder dan masyarakat setempat.

Kegiatan diawali dengan apel bersama, dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih Pantai dan penanaman pohon cemara udang di sepanjang garis pantai Gemawing serta konservasi penyu hingga lapangan desa Masaran. Selanjutnya, kegiatan inti dimulai dengan pembunyian sirine dan pemukulan kentongan serentak tanda dimulainya Proses Simulasi Mandiri dari bibir pantai menuju Tempat Evakuasi Sementara (TES).

Simulasi ini bertujuan untuk menguji kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Peserta simulasi melakukan susur jalur dari lapangan Masaran (bibir pantai) ke utara menuju lokasi TES (Makam dusun Galih) sambil mendapatkan penjelasan seputar lokasi aman dan zona aman Tsunami.

Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., MI.K., melalui Kasatbinmas AKP Rohmad Hudi, S.Pd., yang turut hadir, menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi terselenggaranya Festival Gempi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dan mitigasi dalam menghadapi potensi terjadinya bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami.

Kabupaten Trenggalek memiliki tiga wilayah pesisir, yaitu Watulimo, Panggul, dan Munjungan, yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Oleh karena itu, sangat tepat jika kemudian digelar simulasi dan pelatihan untuk mengantisipasi kemungkinan bahaya yang terjadi.

Simulasi ini dinilai sangat penting, tidak hanya bagi stakeholder atau instansi terkait, tetapi juga bagi masyarakat pesisir. Dengan begitu, jika terjadi bencana alam, masing-masing pihak sudah memahami peran dan tugasnya, sehingga penanganan dapat lebih harmonis dan optimal.

“Harapan kita tentunya dengan simulasi ini, masyarakat senantiasa waspada dan mengetahui apa yang harus dilakukan. Kemudian sinergitas dalam penanganan juga bisa lebih harmonis dan optimal,” ujar Kasatbinmas AKP Rohmad Hudi.

Kegiatan Festival Gempi ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di Kabupaten Trenggalek. Dengan partisipasi aktif dari Polres Trenggalek dan dukungan dari masyarakat, diharapkan wilayah ini dapat lebih siap dalam menghadapi potensi bencana alam di masa depan.