MALANG, Zona Malang – Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan, Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Djon Afriandi menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi terkait peristiwa para prajurit Korps Baret Merah yang meminta foto bersama Ketua Umum DPP GRIB Jaya Hercules Rosario Marshal.
Djon menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi pada tanggal 22 Februari 2025 dalam acara lepas sambut pejabat Dangrup-2 Kopassus di Grup-2 Kopassus, Surakarta. Pada saat itu, Hercules diundang secara personal oleh pejabat lama Dangrup-2 Kopassus. “Kalau kami lihat dan setelah kami selidiki, masih ada sisi manusiawinya. Ada suatu acara di Kopassus yang kebetulan personal, pejabat tertentu yang ternyata memang dekat secara emosional ya, secara kekeluargaan mengundang secara personal juga,” ujar Djon.
Namun, selepas acara, tindakan beberapa prajurit yang meminta berfoto dengan Hercules pada akhirnya menimbulkan reaksi negatif di masyarakat. Djon mengakui bahwa dampak dari momen tersebut tidak terpikirkan oleh prajurit kala itu. “Ini mungkin pada saat itu, momen itu tidak terpikir oleh mereka. Sehingga terjadilah foto bersama Saudara Hercules. Tapi, bukan menurut kami, kalau fotonya tidak masalah, cuma momennya mungkin yang bermasalah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Djon menyampaikan bahwa tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga dari internal Korps Baret Merah sendiri ada yang tidak terima dengan kejadian tersebut. “Termasuk dari keluarga korps baret merah pun ada yang tidak terima,” ungkapnya.
Atas adanya kejadian ini, Djon memastikan akan ada pembinaan dalam rangka evaluasi ke depan. Hal itu dimaksudkan agar kejadian tersebut tidak terulang sehingga mengundang reaksi negatif masyarakat. “Mungkin, kami kurang dalam menyampaikan pesan tentang perkembangan situasi yang terjadi pada saat ini dan anggota kita juga mungkin kurang mendapatkan informasi tentang itu. Sehingga kita akan memperbaiki diri. Kita coba pembinaan lebih baik,” terangnya.
Djon juga menegaskan bahwa sebagai pribadi dan sebagai Danjen Kopassus, ia mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas dampak yang ditimbulkan dari momen tersebut. “Saya selaku pribadi dan sebagai Danjen Kopassus, pertama saya mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Ini kejadiannya, sifatnya memang tidak terduga,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Djon juga menjelaskan bahwa foto bersama Hercules tidak menjadi masalah, namun momen yang terjadi saat itu dianggap bermasalah. “Bukan menurut kami, kalau fotonya tidak masalah, cuma momennya mungkin yang bermasalah,” ungkapnya.
Berbagai pihak, baik dari masyarakat umum maupun internal Korps Baret Merah, telah memberikan reaksi atas peristiwa ini. Djon menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pembinaan dan evaluasi untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Dalam upaya memperbaiki diri, Djon mengakui bahwa pihaknya mungkin kurang dalam menyampaikan pesan tentang perkembangan situasi yang terjadi saat itu. Oleh karena itu, pihaknya akan berusaha memperbaiki diri dan memberikan pembinaan yang lebih baik kepada para prajurit.
Peristiwa ini menjadi sorotan dan menarik perhatian publik, terutama terkait dengan tindakan beberapa prajurit Korps Baret Merah yang meminta foto bersama Hercules. Djon berharap agar kejadian ini tidak terulang di masa depan dan pihaknya akan berupaya untuk memperbaiki diri demi menjaga citra dan integritas Korps Baret Merah.







