Prajurit Perdamaian AHY Buka Kenangan Masa Lalu di Barisan UNIFIL

MALANG, Zona Malang – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), baru-baru ini menerima kunjungan kehormatan dari pasukan penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) Kontingen Garuda. Kunjungan ini dipimpin oleh Kolonel Infanteri M. Ghoffar Ngismail dan berlangsung di Kantor Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pada Rabu, 23 April 2025.

Dalam suasana yang hangat dan penuh kebanggaan, Menko AHY mengenang masa-masa dirinya sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian. “Saat bertugas dan mengabdi di medan pengabdian, tentu kita tidak membawa diri sendiri, tetapi membawa Merah Putih,” kata AHY dengan penuh rasa haru.

Menko AHY menegaskan bahwa pasukan Indonesia, yang dikenal dengan profesionalisme dan kemanusiaannya, telah membuat Indonesia dihormati di dunia internasional. Bagi Menko AHY, pengalaman sebagai anggota pasukan perdamaian adalah kenangan yang tak akan terlupakan, penuh tantangan namun juga berharga.

“Bagi saya banyak kenangan, dan banyak juga yang membekas selamanya karena proses ujian dan tantangan yang luar biasa,” ujarnya, mengenang dengan penuh syukur.

Dalam pertemuan tersebut, Menko AHY kembali menekankan peran penting pasukan penjaga perdamaian sebagai ujung tombak diplomasi Indonesia di dunia internasional. “Saya sering mengatakan bahwa ‘Peacekeepers are tactical diplomat’. Jadi ‘diplomacy in action’ itu dijalankan oleh para peacekeepers, bukan High level diplomacy, tetapi tactical diplomacy, dilakukan dengan bersentuhan dan bertemu langsung masyarakat berbagai kalangan,” jelasnya.

Kehadiran pasukan perdamaian Indonesia di misi internasional, menurut Menko AHY, tidak hanya memberi dampak langsung selama penugasan, tetapi juga meninggalkan warisan yang abadi. “Saya ucapkan selamat menjalankan penugasan, ini adalah sebuah penghormatan. Segala jasa pengabdian yang dilakukan pasukan, insya Allah akan dikenang selamanya,” tutur Menko AHY dengan penuh semangat.

Menko AHY juga merasa bangga dapat bertemu langsung dengan generasi penerus pasukan baret biru Indonesia. Dalam kesempatan itu, AHY didampingi oleh beberapa sahabat yang juga pernah bertugas dalam Kontingen Garuda XXIII-A pada 2006 di Lebanon Selatan, di antaranya Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman, Staf Khusus Menteri Sigit Raditya, dan Yudi Prasetyo. Tak ketinggalan, Staf Khusus Agust Jovan Latuconsina turut hadir mendampingi AHY dalam pertemuan tersebut.

“Saya sangat senang bisa menerima para patriot pasukan Perdamaian UNIFIL Kontingen Garuda yang sangat kita banggakan di Kantor Kemenko Infra,” pungkas Menko AHY.

Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi Menko AHY untuk mengenang dan menghargai jasa-jasa para anggota pasukan perdamaian Indonesia. Sebagai mantan anggota pasukan perdamaian, AHY memahami betul tantangan dan pengorbanan yang dihadapi oleh para prajurit dalam misi perdamaian internasional. Pertemuan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus mendukung dan menghargai kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di kancah global.

Selain itu, pertemuan ini juga menjadi momentum bagi Menko AHY untuk berbagi pengalaman dan memotivasi generasi penerus pasukan perdamaian Indonesia. Sebagai seorang mantan anggota pasukan perdamaian, AHY dapat memberikan wawasan dan inspirasi berharga bagi para prajurit muda yang akan mengemban tugas mulia di masa depan.

Kebanggaan Menko AHY terhadap pasukan perdamaian Indonesia juga tercermin dalam ucapannya yang menyatakan bahwa “Segala jasa pengabdian yang dilakukan pasukan, insya Allah akan dikenang selamanya.” Hal ini menunjukkan penghargaan yang tinggi dari pemerintah terhadap kontribusi dan pengorbanan para anggota pasukan perdamaian dalam menjaga perdamaian dan keamanan di dunia internasional.

Kunjungan ini juga menjadi bukti nyata bahwa pemerintah Indonesia terus mendukung dan menghargai peran penting pasukan perdamaian dalam diplomasi internasional. Sebagai salah satu negara kontributor pasukan perdamaian terbesar di dunia, Indonesia memahami betul pentingnya peran tersebut dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.

Menko AHY sendiri, sebagai mantan anggota pasukan perdamaian, memiliki pemahaman yang mendalam tentang tantangan dan pengalaman yang dihadapi oleh para prajurit di lapangan. Oleh karena itu, pertemuan ini menjadi momen yang sangat berharga bagi Menko AHY untuk mengenang masa-masa pengabdiannya dan memberikan dukungan serta apresiasi kepada generasi penerus pasukan perdamaian Indonesia.