MALANG, Zona Malang – Setelah enam bulan memimpin negara, Presiden Prabowo Subianto segera melakukan langkah strategis untuk memastikan Kabinet Merah Putih tetap efektif, efisien, dan akuntabel. Dalam upaya memperkuat kinerja pemerintahan, Presiden Prabowo melakukan evaluasi menyeluruh terhadap para menteri dan wakil menteri, serta mempersiapkan reshuffle kabinet yang akan diumumkan pada Mei 2025.
Langkah ini mencerminkan keseriusan Presiden Prabowo dalam menjaga kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan nasional. Ia berpegang pada prinsip membentuk “zaken kabinet” — kabinet kerja profesional yang menempatkan keahlian dan pengalaman di atas pertimbangan politik semata.
Menurut aktivis InDemo, Agus Sulistio, evaluasi ini menunjukkan Presiden Prabowo responsif terhadap dinamika masyarakat dan nasional. “Langkah ini menegaskan komitmen beliau untuk melakukan pembenahan berkelanjutan demi pemerintahan yang lebih kuat dan progresif,” kata Agus kepada Radar Aktual.
Sejumlah nama telah mengemuka dalam daftar susunan baru yang tengah difinalisasi, baik di tingkat Menteri Koordinator, Menteri, hingga Wakil Menteri. Beberapa nama yang disebut akan memperkuat posisi Menteri Koordinator, antara lain Yudo Margono, Yusril Ihza Mahendra, Hatta Rajasa, dan Agus Harimurti Yudhoyono.
Di jajaran menteri, sejumlah perubahan strategis juga akan terjadi. Antara lain, Prof. Dr. Sufmi Dasco Ahmad direncanakan mengisi posisi Menteri Dalam Negeri, Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Menteri Pertahanan, dan Nasaruddin Umar sebagai Menteri Agama.
Untuk bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan, Sri Mulyani akan tetap mengawal Kementerian Keuangan, didukung oleh nama-nama seperti Silmy Karim (Menteri Perindustrian) dan Bahlil Lahadalia (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral).
Sementara itu, posisi Wakil Menteri di berbagai bidang krusial — seperti ekonomi, ketenagakerjaan, perdagangan, hukum, dan komunikasi — tengah dalam proses seleksi ketat, mengutamakan rekam jejak profesional dan pengalaman teknis.
Perubahan ini diharapkan mempercepat reformasi birokrasi serta memperkuat fondasi pemerintahan menuju Indonesia yang maju dan sejahtera. “Dengan memilih orang-orang yang tepat, Indonesia bisa melompat lebih jauh,” ujar Presiden Prabowo dalam kesempatan internal terbatas, sebagaimana dikutip sumber Litbang Kabinet Watch.
Langkah Presiden Prabowo ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk aktivis InDemo. Agus Sulistio menilai, evaluasi dan reshuffle kabinet ini menunjukkan komitmen Presiden untuk melakukan pembenahan berkelanjutan demi pemerintahan yang lebih kuat dan progresif.
Selain itu, pemilihan nama-nama yang dianggap kompeten di berbagai bidang diharapkan dapat mempercepat reformasi birokrasi dan memperkuat fondasi pemerintahan untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera. Presiden Prabowo berharap, dengan orang-orang yang tepat, Indonesia dapat melompat lebih jauh dalam pembangunan dan kemajuan.







