MALANG, Zona Malang – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah menggelar konsolidasi nasional pendidikan dasar dan menengah 2025 untuk memastikan program-program strategis Presiden Prabowo Subianto dapat diimplementasikan secara optimal. Konsolidasi ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan penyelenggara pendidikan dalam menyusun langkah strategis untuk kualitas pendidikan yang lebih baik. Menurutnya, harapan dengan adanya konsolidasi nasional ini adalah agar program-program kementerian yang merupakan penjabaran dan pelaksanaan dari program Presiden Prabowo Subianto dapat terlaksana sebaik-baiknya, dengan partisipasi semua pihak.
Dalam konsolidasi nasional tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti membahas secara mendalam sejumlah kebijakan baru, baik yang sudah ditetapkan maupun yang tengah menunggu finalisasi. Ia menyebut beberapa program, seperti pembelajaran mendalam (deep learning) dan tes kemampuan akademik (TKA) yang saat ini sedang memasuki tahap harmonisasi untuk selanjutnya ditetapkan dalam bentuk peraturan menteri.
“Keduanya sudah selesai di tingkat naskah akademik dan sosialisasi publik, tinggal proses harmonisasi. Mudah-mudahan tidak lama lagi peraturan menterinya bisa terbit sebagai dasar hukum pelaksanaan kebijakan tersebut,” ungkap Mu’ti.
Selain itu, Mu’ti juga mengungkap bahwa kebijakan yang telah diterbitkan sebelumnya pun sudah disosialisasikan ke berbagai pemangku kepentingan pendidikan. Hal ini dilakukan agar seluruh kebijakan pendidikan dapat dijalankan secara efektif dan merata di seluruh Indonesia.
Mendikdasmen Abdul Mut’i berharap melalui konsolidasi nasional ini, seluruh kebijakan pendidikan dapat dijalankan secara efektif dan merata di seluruh Indonesia. Ia meyakini bahwa dengan kerja sama semua pihak, visi pendidikan bermutu akan tercapai.
“Harapan kami, dengan konsolidasi nasional ini, program-program kementerian yang merupakan penjabaran dan pelaksanaan dari program Bapak Presiden dapat terlaksana sebaik-baiknya, dengan partisipasi semua pihak,” ujar Mu’ti kepada media seusai membuka acara Konsolidasi Pendidikan Dasar dan Menengah di Depok, Jawa Barat, pada Senin (28/4/2025).
Salah satu peserta konsolidasi, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Andi Syahrul, menyambut baik adanya konsolidasi nasional ini. Menurutnya, hal ini merupakan langkah penting untuk menyamakan persepsi dan memastikan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kami sangat mendukung adanya konsolidasi nasional ini. Ini merupakan momentum yang tepat untuk membahas dan menyelaraskan berbagai kebijakan pendidikan, sehingga dapat diimplementasikan secara efektif di daerah,” ungkap Andi Syahrul.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Depok, Siti Nurjanah, menyatakan bahwa pihaknya siap untuk mengimplementasikan berbagai kebijakan baru yang akan ditetapkan oleh Kemendikdasmen. Menurutnya, guru-guru di sekolahnya telah disiapkan untuk mengikuti pelatihan dan sosialisasi terkait dengan program-program baru tersebut.
“Kami sangat antusias menyambut kebijakan-kebijakan baru dari Kemendikdasmen. Kami akan bekerja sama dengan baik untuk memastikan implementasinya berjalan dengan lancar di sekolah kami,” ujar Siti Nurjanah.
Dengan adanya konsolidasi nasional ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan dapat bersinergi dalam mewujudkan visi pendidikan yang berkualitas di Indonesia. Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar program-program strategis Presiden Prabowo Subianto dapat dijalankan secara optimal.







