MALANG, Zona Malang – Aksi Damai Mahasiswa di Trenggalek, Polres Terjunkan Personel untuk Amankan Jalannya Aksi
Dalam rangka menyuarakan berbagai permasalahan terkait dunia pendidikan di Indonesia maupun Kabupaten Trenggalek, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Kabupaten Trenggalek pada Senin, (5/5).
Guna memastikan kegiatan berlangsung aman dan lancar, Kepolisian Resor Trenggalek mengerahkan personelnya untuk melakukan pengamanan dan pengawalan. Sejumlah anggota kepolisian ini ditempatkan sejak dari titik kumpul hingga ruas jalan yang dilintasi oleh rombongan peserta aksi.
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K., melalui Kasihumas Iptu Susila Basuki, S.Sos., menegaskan bahwa dalam pengamanan aksi damai kali ini, Polres Trenggalek mengedepankan pola preventif humanis. “Kita berupaya untuk menjembatani sehingga apa yang disampaikan oleh peserta aksi bisa terakomodir dan diterima dengan baik oleh anggota DPRD Kabupaten Trenggalek maupun instansi terkait lainnya,” ujarnya.
Selain menerjunkan pasukan pengendali massa (Dalmas) awal, Polres Trenggalek juga turut mengerahkan peleton Polisi Wanita (Polwan) yang bertugas sebagai negosiator dibawah koordinator Satbinmas. Tidak hanya itu, sejumlah personel pengamanan tertutup dari Satintelkam, Satreskrim, dan Satresnarkoba juga dikerahkan untuk melakukan patroli mobile guna mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dari luar ataupun kriminalitas lainnya.
Iptu Susila Basuki menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara. Jajaran kepolisian dalam hal ini Polres Trenggalek memberikan pelayanan berupa pengamanan sekaligus mencegah agar tidak timbul sesuatu hal yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan aksi damai berjalan aman, lancar, dan kondusif. Kami sampaikan apresiasi terutama kepada para peserta aksi dan juga masyarakat Kabupaten Trenggalek,” pungkas Iptu Susila Basuki.
Aksi damai ini merupakan bentuk penyaluran aspirasi mahasiswa terkait dengan berbagai permasalahan di dunia pendidikan, baik di tingkat nasional maupun di Kabupaten Trenggalek. Mahasiswa berharap agar pihak-pihak terkait, seperti DPRD Kabupaten Trenggalek dan instansi lainnya, dapat mendengarkan dan merespons dengan baik tuntutan-tuntutan yang disampaikan.
Dalam aksi damai ini, mahasiswa juga menyuarakan isu-isu lain yang dianggap penting, seperti masalah kesejahteraan masyarakat, isu-isu sosial, dan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh rakyat di Kabupaten Trenggalek. Mereka berharap agar pemerintah daerah dapat lebih responsif dan proaktif dalam menangani berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.
Kehadiran Polres Trenggalek dalam mengamankan jalannya aksi damai ini mendapat apresiasi dari para peserta aksi. Mereka menilai bahwa pihak kepolisian telah menjalankan tugasnya dengan baik, yaitu memberikan perlindungan dan menjamin keamanan agar aksi dapat berlangsung dengan tertib dan kondusif.
Selain itu, peserta aksi juga mengapresiasi peran Polwan yang bertugas sebagai negosiator dalam aksi ini. Mereka menilai bahwa kehadiran Polwan mampu menciptakan suasana yang lebih dialogis dan persuasif dalam menyampaikan tuntutan-tuntutan mereka.
Keberhasilan Polres Trenggalek dalam mengamankan jalannya aksi damai ini menunjukkan bahwa pihak kepolisian mampu berperan sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum. Hal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi instansi kepolisian lainnya dalam menangani aksi-aksi serupa di masa mendatang.







