Sekda Malang Dorong Pujiharjo Jadi Desa Wisata, Potensi Pantai hingga Tradisi Encek-Encek Disorot

Budiar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya tradisi bersih desa yang masih dipertahankan masyarakat. Ia juga mengucapkan selamat atas peringatan Hari Jadi ke-94 Desa Pujiharjo.

MALANG, Zonamalang.com – Pemerintah Kabupaten Malang mendorong Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, untuk mengembangkan potensi alam, pertanian, perikanan, dan budaya sebagai kekuatan utama menuju desa wisata. Dukungan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar, saat menghadiri kegiatan Encek-Encek Bersih Desa Pujiharjo di pendopo desa setempat, Selasa (21/7) sore.

Di hadapan ratusan warga, Budiar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya tradisi bersih desa yang masih dipertahankan masyarakat. Ia juga mengucapkan selamat atas peringatan Hari Jadi ke-94 Desa Pujiharjo.

Menurutnya, usia yang hampir mencapai satu abad menunjukkan perjalanan panjang masyarakat Pujiharjo dalam membangun desa sekaligus menjaga warisan para pendahulu. Sejarah berdirinya desa tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi bagian dari daya tarik wisata.

“Selamat Hari Jadi ke-94 Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo. Jika mendengarkan sejarah awal lahirnya Desa Pujiharjo yang dibacakan tadi, tentu bisa dijadikan buku untuk mendukung Desa Wisata Pujiharjo,” kata Budiar dalam sambutannya.

Ia menilai Desa Pujiharjo memiliki modal yang cukup lengkap untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata. Selain menyimpan sejarah dan tradisi masyarakat, desa di wilayah selatan Kabupaten Malang tersebut juga memiliki potensi wisata bahari, salah satunya Pantai Sipelot.

“Saya tadi sudah melihat Pantai Sipelot. Kondisinya sudah cukup bagus. Potensi seperti ini harus terus dikembangkan dan dikenalkan kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.

Budiar mengaku telah beberapa kali berkunjung ke Desa Pujiharjo sejak 2015. Dari sejumlah kunjungan tersebut, ia melihat perkembangan desa sekaligus besarnya potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Selain sektor pariwisata, Pujiharjo juga memiliki kekuatan di bidang pertanian. Budidaya tanaman pisang dan kopi menjadi salah satu sumber penghidupan warga yang dinilai masih dapat ditingkatkan nilai ekonominya.

Namun, hasil pertanian itu belum sepenuhnya diolah menjadi produk bernilai tambah. Salah satu peluang yang disorot adalah pengembangan industri rumahan pengolahan pisang, seperti keripik pisang, yang dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Menurut Budiar, keberadaan unit pengolahan hasil pertanian akan membuat warga tidak hanya menjual produk dalam bentuk bahan mentah. Produk olahan juga dapat dipasarkan sebagai oleh-oleh khas Pujiharjo apabila desa tersebut berkembang menjadi tujuan wisata.

Di sektor perikanan, Desa Pujiharjo juga memiliki kawasan Kampung Nelayan yang mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Program tersebut turut disertai pembangunan jalan dan pengerukan sedimentasi di kawasan muara agar dapat mendukung akses keluar masuk kapal nelayan.

Berbagai potensi itu membuat Pujiharjo memiliki posisi geografis yang dinilai istimewa. Wilayah desa dikelilingi kawasan pegunungan sekaligus berhadapan langsung dengan laut.

“Gunung ada, pantai ada. Apa lagi yang belum ada? Tinggal bagaimana kita aktif membuat kegiatan agar perputaran ekonomi masyarakat terus berjalan,” tuturnya.

Budiar juga menyoroti tradisi Encek-Encek yang dinilainya memiliki keunikan tersendiri. Tradisi tersebut tidak mudah ditemukan dalam kegiatan bersih desa di wilayah lain sehingga berpeluang menjadi bagian dari agenda wisata budaya.

“Budaya Encek-Encek yang diwariskan leluhur ini belum tentu ada di tempat lain. Setiap menghadiri kegiatan bersih desa, saya jarang menemukan tradisi seperti ini. Saya sendiri sudah mengikuti kegiatan ini sejak 2015,” katanya.

Selain mendorong pengembangan ekonomi dan wisata, Budiar menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Malang dalam membantu pembangunan fasilitas dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pujiharjo.

Ia menyebut sejumlah pembangunan, seperti jembatan dan jalan lingkungan, telah beberapa kali dilakukan di wilayah tersebut. Pemerintah daerah juga membuka kesempatan bagi masyarakat kurang mampu untuk memperoleh bantuan perbaikan rumah melalui program Rumah Tidak Layak Huni dan dukungan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Malang.

“Siapa yang membutuhkan bedah rumah, khususnya bagi janda kurang mampu, silakan didaftarkan melalui program RTLH dan Baznas Kabupaten Malang. Kami siap membantu dan mengawal,” pungkas Budiar.

Melalui kolaborasi pemerintah desa, masyarakat, dan pemerintah daerah, potensi wisata, pertanian, perikanan, serta budaya Pujiharjo diharapkan dapat dikelola secara berkelanjutan. Pengembangan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menarik wisatawan, tetapi juga membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan warga.