MALANG, Zona Malang – Sosok kontroversial Hercules Rozario Marshal, Ketua Umum GRIB Jaya, kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video lawas diunggah ulang di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat suasana tegang antara Hercules dan aparat kepolisian, di mana ia terdengar berteriak “Jokowi pun saya tak takut!”
Unggahan video singkat itu langsung menuai perhatian warganet, dengan lebih dari 14 ribu tayangan hanya dalam beberapa jam. Banyak pengguna media sosial yang menanggapi dengan kecaman, termasuk komentar “Basmi-basmi” dari salah satu akun.
Sebelumnya, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo juga turut menanggapi sikap Hercules yang dianggap kontroversial. Gatot mengungkapkan kemarahannya terhadap Hercules yang dinilai tidak sopan dan seenaknya dalam berbicara.
“Ingat kau dulu, kok kau ngomong seenaknya kayak gitu. Tidak sopan, sudah jadi raja kau?” ujar Gatot dalam unggahan akun Facebook @Buni Yani Pejuang Keadilan.
Gatot bahkan menyebut Hercules sebagai preman yang memakai seragam ormas, dan menantangnya untuk membuktikan bahwa dirinya layak disebut pejuang rakyat. Ia menegaskan bahwa para purnawirawan layak dihormati karena telah berjuang mempertaruhkan nyawa untuk bangsa.
Lebih lanjut, Gatot mengkritik pernyataan Hercules yang menyiratkan bahwa dukungan terhadap kepala daerah harus berdasarkan kedekatan dengan GRIB. Menurutnya, kepala daerah harus mencintai rakyat karena dipilih oleh rakyat, bukan oleh organisasi massa.
Gatot juga menyoroti insiden di Depok, di mana anggota kepolisian diserang dan mobilnya dibakar saat menjalankan tugas. Ia menyebut kejadian itu sebagai bentuk pelecehan terhadap negara dan hukum.
“Polisi itu adalah alat negara. Ketika akan menangkap, dilawan, dikepung. Negara apa ini?” katanya.
Selain itu, Gatot mengecam keras pernyataan Hercules yang menyebut Jenderal TNI (Purn) Sutiyoso “bau tanah”. Ia menegaskan bahwa para purnawirawan layak dihormati karena telah berjuang mempertaruhkan nyawa untuk bangsa.
“Pak Sutiyoso itu purnawirawan bintang tiga loh. Termasuk saya juga di Timor-Timur. Kita berdarah-darah!,” tandasnya.
Gatot memperingatkan bahwa jika negara dipimpin oleh preman, maka kehancuran adalah hal yang tak bisa dihindari. Ia menegaskan bahwa di negara ini tidak boleh ada preman, dan mereka harus diberantas.
“Kalau negara sudah dikuasai preman, kehancuran akan terjadi. Mana ada preman yang cinta rakyat? Gak ada. Di negara ini tidak boleh ada preman, dan itu harus diberantas!,” kuncinya.







