Menu Makanan Mengandung Babi yang Wajib Anda Ketahui

MALANG – Bagi pecinta kuliner, nama-nama menu babi tidak hanya terbatas pada istilah umum seperti pork atau bacon. Baik dalam masakan Indonesia maupun mancanegara, daging babi diolah dalam berbagai bentuk dan dikenal dengan beragam istilah serta nama khas.

Dalam istilah internasional, babi dikenal dengan sebutan berbeda tergantung konteks. Pig merujuk pada babi muda berbobot di bawah 50 kg, sementara hog merujuk pada babi dewasa dengan berat lebih dari 50 kg. Swine adalah istilah umum untuk spesies babi secara keseluruhan. Untuk bagian tubuhnya, dikenal nama seperti ham (paha), bacon (irisan daging), dan lard (lemak babi yang digunakan untuk memasak atau membuat sabun). Ada pula istilah porcine, yang merujuk pada bahan atau produk berbasis babi, terutama dalam bidang medis dan farmasi.

Beragam nama menu babi pun dapat ditemukan di Indonesia dan mancanegara. Di Indonesia, ada beberapa nama khas seperti balung (daging babi bertulang), saksang (olahan babi khas Batak), bak kut teh (sup iga babi khas Kepulauan Riau), tinorangsak (gulai babi khas Manado), samcan (perut babi berlapis lemak), sekba/bektim (jeroan babi rebus ala Tionghoa), se’i (daging babi asap khas NTT), lawar (campuran babi, santan, dan sayuran khas Bali), tum be celeng (tumis daging babi khas Bali), be genyol (daging babi khas Bali), urutan (sosis usus babi khas Bali), pa’piong (daging babi dalam daun miana khas Toraja), jukut ares (sayur batang pisang dan daging babi), sate lilit (sate babi lilit khas Bali), dan siobak (babi panggang khas Singaraja, Bali).

Sementara itu, di mancanegara juga terdapat beragam nama menu babi, seperti bak (daging babi dalam bahasa Tionghoa), char siu/chasio/chasheeu (babi panggang merah), cu nyuk (daging babi dalam bahasa Hakka), zhu rou/chu rou (daging babi dalam bahasa Mandarin), dwaeji (babi dalam bahasa Korea), tonkatsu (daging babi goreng tepung ala Jepang), tonkotsu (kaldu babi dalam ramen), yakibuta (babi panggang Jepang), nuraniku (daging babi dalam bahasa Jepang), nibuta (bahu babi rebus), khinzir (babi dalam bahasa Arab/Melayu), kakuni (perut babi rebus Jepang), makchang gui (jeroan babi panggang Korea), samgyeopsal (perut babi panggang Korea), dan dwaeji bulgogi (babi bumbu panggang Korea).

Selain itu, ada pula olahan babi ala Barat dan Eropa, seperti pig feet/trotters (kaki babi), pig skin (kulit babi), chicharon (kulit/perut babi goreng), pig ears (telinga babi), lapchiong/lap cheong (sosis babi Tionghoa), guanciale (pipi babi awetan), salami (sosis babi kering), prosciutto (ham kering irisan tipis), chorizo (sosis rempah babi), lardon (lemak babi kecil untuk tambahan rasa), boudin (sosis darah babi), butabara (perut babi ala Jepang), kassler (babi asap ala Jerman), coppa (asinan babi dari leher), tocino (babi manis), dan hakka pork belly (perut babi asin ala Hakka).

Dengan begitu banyak pilihan menu babi, para konsumen diharapkan untuk lebih selektif dalam memilih makanan yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan mereka. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda!