MALANG – Membeli mobil bekas memang membutuhkan ketelitian ekstra, terutama dalam memastikan keabsahan dokumen kendaraan. Salah satu dokumen penting yang harus diperhatikan adalah Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Sayangnya, masih banyak ditemukan kasus penjualan mobil bekas dengan BPKB duplikat atau palsu di pasaran.
Thung Andi Supriadi, pemilik showroom Rendani Mobil di Jakarta Timur, menjelaskan pentingnya kemampuan membedakan BPKB asli dan duplikat. “Jika diperhatikan dengan kamera ponsel, halaman kedua BPKB asli memiliki garis halus yang membentuk tulisan mikro. Ini sangat sulit ditiru,” ujarnya, Kamis (8/5/2025).
Selain tulisan mikro, ada beberapa ciri lain yang dapat digunakan untuk membedakan BPKB asli dan duplikat, yaitu tekstur dan warna khas, hologram keamanan, serta nomor seri unik yang dapat diverifikasi. Namun, Andi menekankan bahwa pemeriksaan fisik saja tidak cukup.
Langkah berikutnya adalah mengecek kesesuaian data kendaraan dengan sistem Samsat. Calon pembeli dapat memanfaatkan aplikasi Samsat Digital Nasional atau situs kepolisian untuk memeriksa nomor polisi kendaraan. Pastikan informasi yang muncul sesuai dengan data di BPKB.
Selain itu, penting juga untuk memastikan bahwa nomor faktur kendaraan cocok, NIK pemilik pertama sesuai dengan BPKB, dan tidak ada perbedaan yang menunjukkan adanya riwayat masalah atau perpindahan tangan yang tidak resmi.
Andi menyarankan calon pembeli untuk membawa seluruh dokumen ke kantor Samsat atau menggunakan jasa inspeksi independen jika meragukan keasliannya. Pemeriksaan menyeluruh dapat menghindarkan dari risiko hukum dan kesulitan saat proses balik nama.
“Keaslian dokumen tidak kalah penting dari kondisi fisik mobil. Jangan tertipu harga murah tanpa verifikasi dokumen secara menyeluruh,” tambah Andi.
Cara membedakan BPKB asli dan duplikat memang wajib diketahui sebelum membeli mobil bekas. Lakukan pemeriksaan fisik BPKB, verifikasi data di Samsat, dan cocokkan dengan dokumen pendukung. Langkah ini akan melindungi Anda dari risiko hukum dan kerugian finansial.
Selain itu, Andi juga menyarankan untuk menggunakan jasa inspeksi independen jika meragukan keaslian dokumen. Pemeriksaan menyeluruh dapat membantu calon pembeli terhindar dari masalah di kemudian hari.
“Jangan tergiur dengan harga murah tanpa memastikan keabsahan dokumen. Lakukan verifikasi secara menyeluruh untuk menghindari masalah di kemudian hari,” pesan Andi kepada calon pembeli mobil bekas.
Dengan memperhatikan tips-tips tersebut, diharapkan calon pembeli dapat membedakan BPKB asli dan duplikat dengan lebih baik, sehingga terhindar dari risiko hukum dan kerugian finansial saat membeli mobil bekas.







