MALANG – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Pasar Jaya telah mengumumkan syarat baru untuk daftar antrean Kartu Jakarta Pintar (KJP) Pasar Jaya di Jakarta. Layanan ini berupa pendaftaran antrean On The Spot (OTS) untuk pengambilan sembako subsidi.
Proses pendaftaran hanya dapat dilakukan secara daring melalui QR Code atau situs resmi https://antriankjp.pasarjaya.co.id. Antrean online dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, dan pengambilan sembako dapat dilakukan pada hari berikutnya atau H+1 sesuai tanggal pendaftaran. Lokasi pengambilan ditentukan saat pendaftaran dan hanya berlaku satu kali pengambilan per hari.
Pengambilan bantuan dilakukan di berbagai titik di wilayah Jakarta—meliputi Jakarta Pusat, Timur, Utara, Selatan, dan Barat. Jadwalnya disesuaikan dengan tanggal antrean yang telah ditentukan sistem saat pendaftaran.
Proses pendaftaran antrean dapat dilakukan dengan sangat mudah menggunakan smartphone. Masyarakat hanya perlu mengakses laman https://antriankjp.pasarjaya.co.id, mengisi formulir registrasi dengan data diri lengkap, termasuk lokasi dan tanggal pengambilan, nomor ATM penerima KJP, dan tanggal lahir. Setelah itu, mereka harus memasukkan captcha, centang bagian pernyataan setuju atau disclaimer, dan klik “Enter” atau “Simpan” untuk menyelesaikan proses.
Setelah berhasil, sistem akan menampilkan nomor antrean dan identitas penerima. Masyarakat penerima manfaat diwajibkan membawa beberapa dokumen penting saat melakukan pengambilan paket sembako, yaitu Kartu Pangan Subsidi, KTP asli, fotokopi Kartu Keluarga (KK), dan bukti antrean online (unduhan/screenshot tiket).
Penerapan sistem Syarat Daftar OTS Antrian KJP Pasar Jaya di Jakarta bertujuan untuk menjaga kelancaran distribusi sembako bersubsidi secara tertib, tepat sasaran, dan efisien. Dengan sistem ini, diharapkan tak ada lagi antrean panjang dan penumpukan warga di lokasi pengambilan.
Menurut Direktur Utama Pasar Jaya, Arief Nasrudin, sistem ini diterapkan untuk memastikan distribusi sembako subsidi berjalan dengan baik. “Kami ingin memastikan proses pengambilan sembako berlangsung dengan tertib dan lancar, sehingga tidak ada lagi penumpukan warga di lokasi,” ujarnya.
Arief menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pemantauan ketat di setiap titik pengambilan untuk memastikan stok sembako tetap tersedia. “Kami akan memantau stok sembako secara berkala dan melakukan pengisian ulang jika diperlukan, agar warga tidak kecewa saat datang untuk mengambil,” jelasnya.
Sistem pendaftaran antrean online ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam distribusi bantuan sosial. Diharapkan, dengan adanya sistem ini, warga penerima manfaat dapat memperoleh sembako subsidi dengan lebih mudah dan tepat sasaran.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta, Darwati, menyambut baik penerapan sistem baru ini. Ia berharap, dengan adanya sistem antrean online, proses distribusi sembako subsidi dapat berjalan lebih lancar dan terorganisir.
“Kami berharap, dengan sistem antrean online ini, warga penerima manfaat dapat mengambil sembako dengan lebih mudah dan tidak perlu lagi mengantre berjam-jam di lokasi. Ini akan meningkatkan efisiensi dan kepuasan masyarakat,” ujar Darwati.







