MALANG – Serangan Megawati Soekarnoputri dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terhadap mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) semakin masif, terutama terkait dugaan ijazah palsu yang terus berkembang. Pemerhati Politik dan Kebangsaan, M Rizal Fadillah, menilai bahwa tantangan Megawati kepada Jokowi untuk segera menunjukkan ijazah asli menjadi pukulan serius bagi mantan Wali Kota Solo itu.
Dalam pernyataannya, Rizal Fadillah mengungkapkan bahwa Megawati secara tegas menantang Jokowi untuk segera menunjukkan ijazah asli, usai sebelumnya Ketua Umum PDIP itu meminta hal tersebut dalam sebuah acara di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Rizal menilai, dorongan agar Presiden Jokowi segera menyerah semakin kuat.
“Tantangan Bu Guru yang pernah dikhianati murid ini menjadi pukulan serius bagi kejumawaan Jokowi. Mantan Wali Kota Solo itu bakal gelagapan jika terus dihajar Megawati,” ujar Rizal Fadillah kepada Radar Aktual, Jumat (16/5/2025).
Selain itu, Rizal juga menyoroti laporan pencemaran nama baik dan fitnah yang dilayangkan oleh Jokowi ke Polda Metro Jaya. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk “bunuh diri” secara hukum karena laporan dibuat tanpa menyebut siapa yang dilaporkan.
“Aneh status terlapor dalam penyelidikan, yakni penyelidikan didahulukan dan baru ditemukan terlapor atau teradu,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Rizal mengungkapkan adanya ketidakjelasan dalam laporan tersebut, mengingat tanggal pembuatan laporan, Berita Acara Pemeriksaan (BAP), dan Surat Perintah Penyelidikan semuanya bertanggal 30 April 2025. “Ini licik dan tendensius,” kata Rizal.
Skandal ijazah Jokowi kini menjadi sorotan utama, terutama setelah Bareskrim Mabes Polri fokus melakukan penyelidikan terhadap dugaan keaslian skripsi dan ijazah Presiden Jokowi. Rizal menegaskan bahwa laporan pencemaran nama baik oleh Jokowi seharusnya dihentikan hingga ada kejelasan hukum dari Bareskrim terkait keaslian ijazah tersebut.
Ketegangan semakin meningkat setelah Kasmudjo, sosok yang pernah disebut sebagai pembimbing skripsi Jokowi, menyatakan bahwa dirinya bukan pembimbing skripsi tersebut. Kasmudjo juga menyerahkan permasalahan ini kepada Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Ketar-ketir Kasmudjo adalah percaya diri Megawati,” pungkas Rizal Fadillah.
Sementara itu, pengamat politik lainnya, Andi Wijaya, menilai bahwa skandal ijazah Jokowi semakin memanas dan menjadi isu yang sangat sensitif. Ia menyatakan bahwa Jokowi harus segera mengklarifikasi permasalahan ini secara terbuka dan transparan.
“Jokowi harus membuktikan keaslian ijazahnya secara hukum. Jika tidak, maka kredibilitasnya sebagai mantan Presiden akan semakin dipertanyakan,” ujar Andi Wijaya.
Sementara itu, pihak PDIP melalui Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa partai tetap mendukung Jokowi. Namun, Hasto juga menyatakan bahwa partai akan terus mengawal proses hukum terkait dugaan ijazah palsu tersebut.
“Kami akan terus mengawal proses hukum ini demi menjaga integritas dan kredibilitas Presiden Jokowi. Namun, kami tetap berharap Jokowi dapat membuktikan keaslian ijazahnya,” kata Hasto.
Situasi politik di Indonesia semakin memanas seiring dengan eskalasi serangan terhadap Jokowi. Berbagai pihak menunggu perkembangan lebih lanjut terkait kasus dugaan ijazah palsu ini, yang diperkirakan akan memiliki dampak signifikan bagi masa depan politik di negeri ini.







