Mobil Esemka Diincar 6.000 Konsumen, Jokowi Kerepotan?

MALANG – Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampaknya meninggalkan beragam masalah yang masih menghantui Indonesia setelah 10 tahun memimpin negara. Salah satu permasalahan yang menjadi sorotan adalah terkait realisasi mobil Esemka, sebuah merek kendaraan yang sempat digadang-gadang sebagai mobil nasional.

Menurut pegiat media sosial sekaligus dokter Tifauzia Tyassuma, yang akrab disapa Dokter Tifa, Jokowi layak dikasihani karena harus terus dikejar terkait pesanan 6.000 unit mobil Esemka. “Sebetulnya jujur lebih kasihan lagi dengan seseorang yang seumur hidupnya akan terus dikejar pesanan Esemka 6.000 unit,” kata Dokter Tifa melalui akun X miliknya.

Selain masalah Esemka, Dokter Tifa juga menyoroti peninggalan utang sebesar Rp8 ribu triliun di era kepemimpinan Jokowi, serta mangkraknya proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Bahkan, ia menyebut bahwa dalam 10 tahun terakhir, 60 persen penduduk Indonesia menjadi miskin.

Komentar Dokter Tifa ini muncul sebagai respons atas pernyataan Jokowi usai diperiksa oleh Bareskrim Polri pada Selasa 20 Mei 2025. Jokowi mengaku sedih jika proses hukum terkait keaslian ijazahnya harus berlanjut.

“Saya itu sebetulnya ya, sebetulnya sedih kalau proses hukum mengenai ijazah ini maju lagi ke tahapan berikutnya,” kata Jokowi di Gedung Bareskrim Polri. Jokowi menilai tudingan ijazah palsu yang dialamatkan kepadanya sudah keterlaluan, sehingga akhirnya memilih untuk membiarkan proses tersebut berjalan.

Dokter Tifa mengaku bingung dengan jawaban Jokowi yang mengaku sedih. “Jawabannya kok malah sedih, kasihan, tapi gimana lagi sudah keterlaluan,” kata Dokter Tifa. Ia bahkan mempertanyakan apakah Jokowi berniat menjerat para akademisi terkait masalah ijazah.

Sementara itu, Jokowi menegaskan bahwa ia tidak berniat menjerat siapa pun. “Saya kasihan, tetapi ya ini ‘kan sudah keterlaluan, jadi ya kita tunggu proses hukum selanjutnya,” kata Jokowi.

Masalah ijazah palsu yang menimpa Jokowi sebenarnya telah muncul sejak lama. Pada 2014, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pernah melakukan pemeriksaan terkait keabsahan ijazah Jokowi. Namun, proses hukum tersebut tak kunjung selesai hingga Jokowi meninggalkan kursi kepresidenan.

Selain masalah ijazah, Jokowi juga dihadapkan pada berbagai tantangan lain selama masa kepemimpinannya, termasuk mewujudkan program pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang hingga kini masih belum selesai. Proyek ambisius ini sempat menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Pada sisi lain, isu kemiskinan juga menjadi perhatian serius. Dokter Tifa menyebut bahwa dalam 10 tahun terakhir, 60 persen penduduk Indonesia menjadi miskin. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi selama kepemimpinan Jokowi belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Berbagai permasalahan yang ditinggalkan Jokowi ini menjadi tantangan besar bagi pemerintahan selanjutnya. Upaya untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut akan menjadi prioritas utama, demi membangun Indonesia yang lebih baik di masa depan.